Dubes Taiwan Berharap Masyarakat Sulteng Pulih dari Bencana

Penulis: Mitha Meinansi Pada: Jumat, 14 Jun 2019, 22:10 WIB Nusantara
Dubes Taiwan Berharap Masyarakat Sulteng Pulih dari Bencana

MI/Mitha Meinansi
Dubes Taiwan Kunjungi Kota Palu

DUTA Besar Taiwan untuk Indonesia, John C Chen, mengaku prihatin  atas musibah yang terjadi di Sulawesi Tengah pada akhir September tahun lalu. Dia mengharapkan agar korban-korban di empat daerah terdampak bencana gempa bumi diikuti tsunami, likuifaksi, dan longsor di Sulteng bisa segera pulih, dan kembali ke kehidupan normal.

Penyampaian tersebut diungkapkan Chen, Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, setelah diterjemahkan oleh juru bahasanya, kepada Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate, di Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Jumat (14/6).

Chen mengemukakan bahwa Pemerintah Taiwan sudah menyalurkan bantuan senilai US$2,3 juta untuk Sulteng. Bantuan itu diberikan untuk pemulihan di Sulteng dan pembangunan Islamic Center Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sigi, yang akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum MUI Pusat KH Ma'ruf Amin, Sabtu (15/6) besok.

Selain bantuan materiil, juga ada bantuan bibit beras kepada petani.

Dalam pertemuan itu, Dubes Taiwan juga menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada pengurus Indonesia Tionghoa (Inti) Sulteng, yang diterima secara simbolis oleh Ketua Inti Sulteng, Rudy Wijaya, dan disaksikan Sekdaprov Sulteng, dan sejumlah pengurus Inti Sulteng, Lion Club Sulteng, dan Lion Club Srikandi.

Tidak hanya bertemu dengan Sekdaprov, rombongan Dubes Taiwan juga bertemu dengan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola. Dalam pertemuan itu, Dubes Chen berharap benih unggul beras Taiwan bisa dibudidayakan di Sulteng dalam dua tahun ke depan.


Baca juga: Kunjungi Palu, Anies Dukung Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional


Sebagai wujud kepedulian lainnya, Pemerintah Taiwan juga telah berencana memberikan bantuan beras sebanyak 200 ton untuk wilayah terdampak bencana, yakni Palu, Sigi, dan Donggala. Hanya saja, hal tersebut masih mengalami beberapa kendala.

Bantuan yang dimaksud sampai saat ini masih sulit untuk masuk ke Indonesia, karena aturan dan ketentuan yang ada. Sehingga niat baik Pemerintah Taiwan masih belum dapat terlaksana.

"Kita berharap pemerintah Indonesia memberikan keringanan regulasi agar beras bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Indonesia," kata Chen saat berdialog dengan Gubernur Sulteng.

Sementara, Longki Djanggola berterima kasih atas bantuan dan dukungan Pemerintah Taiwan dalam membantu korban bencana di wilayahnya.


"Salah satu bantuan Taiwan yang monumental adalah pembangunan Islamic Center di Kabupaten Sigi, yang akan dilakukan peletakan batu pertama besok," tutur Longki.

Tidak hanya itu, ada pula bantuan lainnya diberikan. Yakni bantuan uang sebesar Rp100 juta untuk Madrasah Alkhairaat Donggala dan Rp100 juta untuk Sekolah Theologi Sigi. Serta mobil tangki air bersih dari Yayasan Amal Tiga Roda dari pengusaha Taiwan, kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More