Sandiaga Harap MK dapat Memutus Perkara dengan Jujur dan Adil

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Jumat, 14 Jun 2019, 20:34 WIB Politik dan Hukum
Sandiaga Harap MK dapat Memutus Perkara dengan Jujur dan Adil

Antara Foto/Kahfie Kamaru
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno

CAWAPRES nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan dirinya berharap Mahkamah Konstitusi (MK) dapat berlaku adil dan jujur dalam memutus perkara gugatan Pilpres kali ini.

Sandi mengatakan setelah mendengar pernyataan Ketua MK Anwar Usman terkait tunduk pada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT merupakan suatu awal yang menyejukkan. Ia berharap pernyataan tersebut juga menjadi cerminan hakim MK lainnya.

"Rakyat berharap mahkamah konstitusi akan memproses dan memutuskan persidangan ini dengan adil dan jujur. Pernyataan ketua MK adalah suatu awal yang sangat menyejukan. Kita berdoa semoga sikap itu juga merupakan refleksi dari sikap majelis hakim MK," kata Sandi, ketika ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Hargai Proses Hukum di MK

Lebih lanjut, Sandi mengatakan upaya yang tengah dilakukan pihaknya untuk menggugat hasil Pilpres ke MK bukanlah soal mencari menang atau kalah.

Sandi mengatakan di atas hasil gugatan ke MK itu, ada upaya besar untuk memperjuangkan kejujuran bernegara yang harus diemban seluruh lapisan bangsa

"Bagi kami Prabowo-Sandi, ini ikhtiar bukan soal menang kalah, tapi kita sedang memperjuangkan sendi bernegara dan menjaga martabat politik," ungkap Sandi.

Seperti diketahui, MK telah menggelar sidang perdana dengan agenda mendengarkan permohonan dari tim hukum Prabowo-Sandi. Selanjutnya, sidang akan digelar pada Selasa (18/6) pukul 09:00 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan dari KPU, Bawaslu, dan TKN Jokowi-Ma'ruf. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More