Jumat 14 Juni 2019, 23:30 WIB

Raptors Torehkan Sejarah

Despian Nurhidayat | Olahraga
Raptors Torehkan Sejarah

AFP
Para pemain Toronto Raptors merayakan kemenangan

PADA laga keenam final Liga NBA yang menegangkan, berjalan ketat, serta kejar-mengejar angka di Oracle Arena, Oakland, California, Amerika Serikat (AS), Kamis (13/6) malam atau kemarin pagi waktu Indonesia, tim tamu Toronto Raptors membungkam juara bertahan dua kali Golden State Warriors dengan skor 114-110.

Dengan meraih kemenangan pada laga keenam, tim asuhan pelatih Nick Nurse tersebut menjadikan kedudukan 4-2 atas Warriors dalam format seri the best of seven. Tim asal Kota Toronto, Kanada tersebut pun berhak membawa pulang trofi juara Liga NBA periode 2018-2019.

Tim yang dijuluki 'We the North' menorehkan sejarah dengan merebut gelar pertamanya sebagai juara NBA dan juara babak play-off dari Wilayah Timur Liga NBA. Raptors menyandang gelar tim basket yang pertama yang berasal di luar 'Negeri Paman Sam' yang menjuarai Liga NBA.

Yang luar biasa, tim yang sebelumnya bernama Toronto Huskies tersebut telah berkiprah di ajang bola basket NBA sejak 73 tahun lalu. Akhirnya setelah lebih dari tujuh dekade, Raptors sukses membawa pulang trofi juara Liga NBA ke Kanada.

Saat laga kelima usai dengan kemenangan Raptors atas tim yang telah mengoleksi enam gelar juara NBA, ribuan suporter dengan pakaian warna merah dan hitam di Jurassic Park, lokasi yang berada di Scotiabank Arena, Toronto, Ontario, riuh dan berteriak gembira. Dengan meneriakkan 'We the North.' ribuan suporter juga mememenuhi Yonge-Dundas Square yang berada di pusat Kota Toronto.

"Saya merasa luar biasa. Saya telah menunggu selama hidup saya untuk saat seperti ini," kata Hussein Asoma, 26, yang mengenakan seragam Raptors.

Suasana semarak dengan letupan kembang api menerangi alun-alun bersamaan kerumunan yang menyanyikan lagu dari grup Queen 'We Are the Champions'. Para suporter larut dalam kegembiraan dengan menari-nari.

"Luar biasa. Saya belum pernah melihat tim Toronto memenangi trofi juara yang besar seperti ini," kata Brendan Stringer yang berusia 24 tahun.

 

Kawhi Leonard menjadi legenda

Dalam laga final NBA dengan kemenangan Raptors, forward Kawhi Leonard juga dinobatkan sebagai NBA Finals Most Valuable Player (MVP) 2019. Namun, gelar itu bukanlah yang pertama kali bagi pemain berusia 27 tahun itu. Pada 2014, bersama tim San Antonio Spurs, dia juga mendapat penghargaan serupa.

Dengan penghargaan NBA Finals MVP kedua kalinya, pemain asal Los Angeles, AS tersebut telah masuk satu dari tiga pemain legenda NBA yang menorehkan prestasi serupa.

Dua pemain dengan prestasi sama yakni Kareem Abdul-Jabbar yang membawa gelar juara bersama tim Milwaukee Bucks dan LA Lakers dan LeBron James bersama Miami Heats dan San Antonio Spurs.

"Saya bermain dalam laga ini dengan bukan untuk meraih penghargaan MVP. Itu merupakan upaya kelompok secara kolektif. Saya hanya terus berjuang dan mendorong dan saya akhirnya mendapatkan trofi, tetapi semua orang pantas mendapatkannya," ungkap Leonard.

"Ini sangat membanggakan untuk kota kami dan negara (Kanada) dan para pemain. Kalian juara dan kalian harus bahagia," kata pelatih Raptors, Nick Nurse.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga memberi sambutan atas kesuksesan tim basket asal Toronto yang memboyong trofi gelar juara NBA ke Kanada. (AFP/Des/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More