Tim Prabowo Minta MK Kabulkan Seluruh Permohonannya

Penulis: Faisal Abdalla, Fachri Audhia Hafiez Pada: Jumat, 14 Jun 2019, 15:31 WIB Politik dan Hukum
Tim Prabowo Minta MK Kabulkan Seluruh Permohonannya

MI/Susanto.
Ketua Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, menyampaikan permohonan di Gedung MK, Jakarta.

KUBU pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memohon kepada Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan pihaknya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pasangan nomor urut 02 meminta majelis hakim mendiskualifikasi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
 
"Pemohon memohon kepada MK memberikan putusan dengan amar, pertama mengabulkan permohonan untuk seluruhnya," kata kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, dalam sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/6).

Baca juga: Pernyataannya Dikutip Tim Prabowo, Yusril: Sudah tidak Relevan

Prabowo-Sandi meminta MK membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penetapan hasil Pemilu 2019. Kubu Prabowo menyebut pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 63.573.169 suara atau 48%, sedangkan 68.650.235 suara atau 52% dukungan.

Selain itu, Bambang meminta MK menyatakan pasangan petahana terbukti sah dan menyakinkan melakukan pelanggaran dan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). MK diharap memerintahkan KPU untuk mengeluarkan surat keputusan untuk menyatakan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. "Atau memerintahkan termohon mengadakan pemungutan suara ulang," ungkap Bambang.
 
Hari ini, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan gugatan sengketa Pilpres 2019 kepada MK. Mereka menuding sebanyak 21 juta suara pasangan capres cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin bermasalah.
 
Dalam pokok permohonannya, Bambang menjelaskan, KPU menetapkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 85 juta suara atau 55,5%, sedangkan kliennya 68 juta suara atau 44,5%. Namun, dia menilai penghitungan ini salah.

"Sebenarnya (penghitungan suara) ditetapkan melalui cara tak benar, melawan hukum, dan penyalahgunaan kewenangan presiden," kata Bambang dalam sidang perdana di MK.

Baca juga: TKN: Poin Permohonan Prabowo-Sandi Lemah

Menurut dia, terjadi pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif di Pilpres 2019. Dia menuding Jokowi sebagai capres petahana menggunakan kekuasaan dalam pilpres. Hal ini, kata dia, melanggar prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia (luber), jujur, dan adil.
 
Dia menyebut data yang benar Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 63,5 juta suara atau 48%. Sementara itu, Prabowo-Sandi mengantongi 68,6 juta suara atau 52%. (Medcom.id/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More