Jumlah Pemudik dengan Angkutan Umum Turun 2,42%

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 14 Jun 2019, 14:00 WIB Ekonomi
Jumlah Pemudik dengan Angkutan Umum Turun 2,42%

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Penumpang kereta api Taksaka dari Yogyakarta tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (9/6/2019).

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mencatat, total penumpang angkutan umum pada periode mudik Lebaran tahun ini sebanyak 18.343.021 orang, turun 2,42% dari tahun sebelumnya yakni 18.798.315 orang.

Penurunan pengguna angkutan umum terjadi karena banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan kendaraan pribadi sekaligus mencicipi Tol Trans Jawa yang sudah tersambung dari Merak hingga Surabaya.

Baca juga: Mudik Tahun Ini Berjalan Lebih Baik

Namun, yang menarik, Kemenhub juga mencatat ada kenaikan pengguna jasa angkutan darat atau bus dari 3,74 juta penumpang tahun lalu menjadi 4,1 juta penumpang tahun ini.

Pengguna jasa kereta juga mengalami kenaikan dari 4,77 juta orang menjadi 5,1 juta orang. Begitu pun pada moda transportasi laut yang mengalami eskalasi dari 1,36 juta penumpang menjadi 1,48 juta penumpang. Semua kenaikan itu merupakan imbas dari merosotnya jumlah pengguna angkutan udara yang turun sampai 27% pada masa Lebaran tahun ini.

Tercatat, pada tahun lalu, pengguna pesawat terbang mencapai 4,85 juta penumpang, namun tahun ini hanya sebanyak 3,5 juta penumpang.

"Sebanyak satu juta lebih orang yang tahun ini tidak naik pesawat akhirnya terbagi ke moda-moda transportasi lainnya," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub Sugihardjo di kantornya, Jakarta, Jumat (14/6).

Ia menyebut harga tiket pesawat yang tinggi sejak tahun lalu akhirnya membentuk pola pikir masyarakat untuk meninggalkan moda transportasi tersebut. Terlebih, saat ini, ada Tol Trans Jawa yang dianggap bisa menjadi media penghantar yang cepat bagi pemudik. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More