Jumat 14 Juni 2019, 07:25 WIB

Polisi Dalami Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Fer/Gol/X-11 | Politik dan Hukum
Polisi Dalami Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Medcom.idCindy
Kombes Asep Adi Saputra

 

KABAG Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, menyebut ada lima komponen dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Oleh karena itu, pihaknya fokus dan berkonsentrasi mendalami kepemilikan senjata tersebut.

"Jadi ada lima komponen dalam kejahatan tersebut. Tapi dalam pro-ses penyelidikan ini lebih dikonsentrasikan pada kepemilikan senjata ilegal," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Dalam penyelidikan kasus Kivlan Zen, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Asep menyebut mereka berperan di komponen yang berbeda.

"Terkait motifnya masih terus kita dalami," pungkasnya.

Sebelumnya, Polri bertekad akan mengusut tuntas kasus kerusuhan pada aksi massa 21-22 Mei di Jakarta serta mencari aktor utama rangkaian kejahatan, yakni kerusuhan, skenario penembakan tokoh nasional, dan rencana makar.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pihak kepolisian tidak pernah menyampaikan bahwa Kivlan sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei. Pasalnya, polisi hanya menjerat Kivlan dengan pasal perencanaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api.

"Tolong dikoreksi bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu ialah Pak Kivlan Zen, enggak pernah. Yang disampaikan oleh Kadiv Humas pada saat press release ialah kronologi peristiwa di 21-22 (Mei) di mana ada dua segmen, yakni aksi damai dan aksi semua untuk melakukan kerusuhan," kata Tito.

Di sisi lain, Menko Bidang Polhukam Wiranto memastikan proses hukum terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat kerusuhan pada aksi 21-22 Mei di Jakarta tetap berlanjut, termasuk untuk Kivlan Zen.

Wiranto menyebut proses penyelidikan masih panjang dan tidak tepat jika dirinya dituntut untuk segera mengumumkan dalang kerusuhan.

Periksa saksi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih mendalami kasus dugaan makar yang melibatkan mantan Kapolda Metro Jaya Irjen (Purn) Sofyan Jacob. Bahkan sedikitnya 20 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Dia menambahkan, sejauh ini penyidik telah mengantongi sejumlah alat bukti sehingga menetapkan Sofyan Jacob sebagai tersangka. Terlebih dua alat bukti sudah dimiliki penyidik untuk penetapan tersangka tersebut.

Polisi kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Sofyan Jacob pada Senin (17/6) terkait dengan kasus makar. Sebelumnya, Sofjan batal hadir pada agenda pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (10/6) lalu. (Fer/Gol/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More