Paradigma Puskesmas Harus Diubah

Penulis: Indriyani Astuti indriyani@mediaindonesia.com Pada: Jumat, 14 Jun 2019, 07:00 WIB Humaniora
 Paradigma Puskesmas Harus Diubah

www.banyuwangikab.go.id
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ia membuat puskesmas tidak melayani orang sakit, tetapi menjadikannya pelayanan bagi orang sehat

 SEJAK diterapkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) fungsi puskesmas lebih banyak melakukan pengobatan (kuratif) daripada pencegahan penyakit (promotif). Padahal, puskemas merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan perorangan dan masyarakat sehingga pendekatan yang dijalankan antara aspek promotif dan kuratif harus seimbang.

"Dengan adanya program JKN, orang sakit mudah akses berobat, seolah-olah puskesmas jadi kuratif. Seharusnya kan promotif dan preventif," kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kirana Larasati di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, lanjutnya, paradigma atas puskesmas harus diubah tidak hanya sebagai upaya kesehatan perorangan atau mengobati orang sakit. Puskesmas harus mulai bergerak ke arah preventif. Salah satunya memberikan konsultasi kesehatan kepada masyarakat untuk pencegahan penyakit.

Ia mencontohkan gizi anak. Menurutnya, saat ditemukan anak dengan berat badan turun saat penimbangan di puskesmas, petugas kesehatan puskesmas harus mulai memberikan konsultasi kepada orang tua anak tersebut terkait pola pemberian makan yang baik untuk mencegah anak mengalami gizi buruk.

Kirana mengakui tantangan berat yang dihadapi sektor kesehatan ialah mengubah perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang menjadi bagian dari pencegahan penyakit. Perubahan perilaku itu harus dimulai dan dibiasakan dari keluarga serta diajarkan di sekolah.

Dalam mengangkat derajat kesehatan masyarakat, lanjutnya, peran pemerintah daerah (pemda) juga diperlukan. "Kalau kepala daerahnya mendukung pembangunan kesehatan dengan baik, disparitas kesehatan antardaerah itu bisa diminimalkan," tuturnya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memaksimalkan fungsi puskesmas dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ia membuat puskesmas tidak melayani orang sakit, tetapi menjadikannya pelayanan bagi orang sehat yang ingin mendapatkan konsultasi kesehatan.

Menurut Azwar Anas, diperlukan perubahan paradigma masyarakat dari anggapan bahwa sakit bisa berobat, menjadi paradigma mencegah agar jangan sampai sakit. Hal itu sekaligus mencegah beban pembiayaan kesehatan yang besar.

"Kalau (paradigma) tidak diubah, berapa pun anggaran untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak cukup. Puskesmas di Banyuwangi harus menjadi pusat pelayanan orang sehat. Sudah banyak orang konsultasi kesehatan. Semoga dana asuransi kesehatan berkurang. Konsultasi sanitasi, gizi, lingkungan, remaja, dan kesehatan jiwa, rata-rata 20 orang sehari," tuturnya dalam video yang diunggah di sosial media Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Belum optimal

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menganggap pemda belum optimal dalam mengelola alokasi dana kesehatan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Hal itu terlihat dari belum dijalankannya program promotif dan pencegahan penyakit. Anggota DJSN Ahmad Ansyori menuturkan, sejak berlakunya Program JKN, program pencegahan penyakit tidak banyak dikerjakan lagi oleh pemda.

"Tugas pemerintah daerah mendorong masyarakatnya hidup sehat," tuturnya ketika dihubungi. Pemda, tutur Ansyori, telah diberi dana oleh pemerintah pusat yang salah satunya melalui dana alokasi khusus untuk pelayanan kesehatan. Dana itu diperuntukkan bagi fasilitas kesehatan yang dikelola oleh pemda. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More