Kamis 13 Juni 2019, 21:50 WIB

Rektor ITB: Tidak Mudah Mencetak Entrepreneur

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Rektor ITB: Tidak Mudah Mencetak Entrepreneur

Ist
Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Kadarsyah Suryadi, pada penandatanganan kerja sama MoU dengan Rektor Podomoro University,Cosmas B

 

DI era kewirausahaan (entrepreneurship) dan kemajuan teknologi dewasa ini tidak mungkin institusi atau lembaga bekerja sendirian. Sebab itu, jalinan kerja sama berbagai pihak mesti dilakukan guna menciptakan kemajuan bersama terutama dalam mencetak lahirnya para wirausaha atau entrepreneur.

"Berdasarkan pengalaman kami memang tidak mudah mencetak entrepreneur atau wirausaha namun upaya ini harus terus dilakukan dengan mendorong dosen melakukan riset dan kerja sama industri,mendorong mahasiswa mengikuti lomba entrepreneur serta berinteraksi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)," kata Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Kadarsyah Suryadi, pada penandatanganan kerja sama atau MoU dengan Rektor Podomoro University, Cosmas Batubara, di Kampus Podomoro University, Jakarta, Kamis (13/6).

Kadarsyah yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengutarakan saat berjumpa dengan perguruan dari Jerman, mereka sepakat bahwa tidaklah mudah mencetak entrepreneur.

"Mereka menyatakan hanya 1% lahir entrepreneur dari kalangan kampus," cetusnya.

Menurutnya, kerja sama dengan Podomoro University yang tengah mengembangkan entrepreneur memiliki kesamaan dengan ITB.

"Podomoro University mempunyai kata kunci yakni ciptakan peluang, merupakan kata penting dunia entrepreneur. Mari kita saling isi mengisi dan berkolaborasi," cetusnya seraya menambahkan ITB mempunyai Lembaga Pengembangan Kewirausahaan (LPK) sedangkan Podomoro University memiliki Bengkel Entrepreneur.


Baca juga: Peneliti UI Terlibat Proyek Uni Eropa tentang Bencana Perkotaan


Sementara Rektor Podomoro University, Cosmas Batubara, mengatakan, pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi Swasta di antaranya kerja sama dengan institusi pendidikan maupun asosiasi sangat penting. Kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah masuk ke peringkat dunia, seperti ITB sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Menurut Cosmas, kerja sama dengan mendatangkan dosen tamu dan pengembangan kurikulum telah berjalan bersama ITB. Kini, Podomoro University meresmikan dalam bentuk perjanjian yang memayungi seluruh kegiatannya. Pihaknya mengapresiasi kerjasama ini guna memajukan dunia pendidikan tinggi serta mencetak entrepreneur dunia kampus.

Selain dengan ITB, dalam kesempatan itu, Podomoro University juga menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Manajemen Indonesia yang diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan terutama untuk mendekatkan pendidikan dengan industri agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi dan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Dengan kerja sama ini kita semua berkomitmen mengutamakan kepentingan pembangunan nasional, menghargai kesetaraan mutu, saling menghormati dan menghasilkan peningkatan mutu pendidikan, berkelanjutan serta mempertimbangkan keberagaman kultur yang bersifat lintas daerah, nasional dan internasional," pungkas Cosmas. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More