Kamis 13 Juni 2019, 21:00 WIB

Peneliti UI Terlibat Proyek Uni Eropa tentang Bencana Perkotaan

Kisar Rajaguguk | Humaniora
Peneliti UI Terlibat Proyek Uni Eropa tentang Bencana Perkotaan

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah petugas dan relawan mengevakuasi korban luka saat simulasi evakuasi mandiri Gunung Merapi

 

PENELITI Center for Sustainable Infrastructure Development Universitas Indonesia (CSID-UI) dilibatkan untuk merancang dan menerapkan kebijakan guna menangani serta memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana oleh Uni Eropa.

Proyek tersebut dinamakan Building European Communities' Resilience and Social Capital (BuildERS). Dari UI yang menjadi ketua riset ialah Mohammed Ali Berawi yang juga menjabat sebagai Direktur CSID.

Ketua Riset BuildRES, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan, proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan kota terhadap sebuah bencana dengan berbasis teknologi. Dengan konsep ini, deteksi terhadap bencana dapat diketahui serta jumlah korban yang menjadi bencana pun dapat diminimalisasi.

Dicetuskannya isu ketahanan kota ini bukan tanpa sebab. Karena intensitas jumlah bencana alam semakin meningkat belakangan ini. Sehingga diperlukan manajemen dan tata kelola penanganan bencana dan pascabencana yang valid dan baik.

"Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat merancang dan menerapkan kebijakan untuk dapat menangani dan memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana serta bagaimana perilaku warga secara individu dan kolektif untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi bencana," kata Ali Kamis (13/6).


Baca juga: Lantik Rektor, Menag Harap UIII Jadi Rumah Moderasi Islam


Untuk merespons hal ini, saat ini pihak Uni Eropa mendanai penelitian ketahanan bencana melalui skema Horizon 2020 dengan proyek inovasi yang berjudul 'Building European Communities' Resilience and Social Capital (BuildERS)-Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa'.

Proyek BuildERS diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya dapat diterapkan di Eropa akan tetapi juga pada negara-negara lainnya. Proyek ini dimulai Mei 2019 sampai dengan tahun 2021.

"Ini adalah kolaborasi internasional sehingga risetnya dilakukan bersama untuk bangun sistem ketahanan kota terhadap bencana. Konsorsium membangun sistem bersama menggunakan IT, terutama mobile phone data," tambahnya.

BuildERS akan mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dan media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan membangun modal sosial bersama. dia pun berharap pihaknya dapat berkerjasama erat dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait untuk dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi ini.

"Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan pada lokasi bencana, bantuan dan penyelamatan. Melalui aplikasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif," ujar dia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More