Kamis 13 Juni 2019, 20:01 WIB

Turun US$4 Miliar, BI Nilai Cadev Masih Memadai

Atalya Puspa | Ekonomi
Turun US$4 Miliar, BI Nilai Cadev Masih Memadai

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko

 

BANK Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2019 menjadi US$120,3 miliar dari US$124,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengungkapkan penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah aspek.

"Penurunan cadangan devisa pada Mei 2019 tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas valas terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan menjelang libur panjang lebaran," kata Onny dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6).

Baca juga: BI: Naiknya Peringkat Utang, Karunia untuk Indonesia

Dirinya menuturkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tukasnya.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More