Anies masih Tetap Bungkam Terkait IMB Pulau Reklamasi

Penulis: Rifaldi Putra irianto Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 19:52 WIB Megapolitan
Anies masih Tetap Bungkam Terkait IMB Pulau Reklamasi

Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga saat ini belum memberikan penjelasannya mengenai terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi C dan D.

Saat ditemui selepas apel bersama jajaran TNI dan Polri di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/6), Anies menolak memberi keterangan apapun kepada awak media yang menanyakan isu penerbitan IMB tersebut.

Baca juga: Soal IMB di Pulau Reklamasi Anies Bungkam

Sebelumnya, ia hanya menjawab singkat mengenai hal tersebut, "Nanti penjelasan dari Kominfo (Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik)," kilahnya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (12/6).

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI saat dikonfirmasi juga ikut tidak memberikan keterangan mengenai penerbitan IMB tersebut.

Selama masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies lantang menyatakan sikap menolak proyek pembangunan reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.

Setelah Anies berhasil menjabat sebagai Gubernur DKI, pada 26 September 2018 ia menyatakan penghentian segala proyek reklamasi diwilayahnya.

"Gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau-pulau reklamasi tersebut sehingga kegiatan reklamais di Jakarta bisa saya umumkan hari ini bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan, " ujar Anies.

Namun saat ini, Ratusan bangunan yang berada di pulau reklamasi C dan D, di pantai Jakarta dikabarkan telah kembali memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Izin tersebut telah diterbitkan meski Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) belum rampung. (Rif/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More