Kamis 13 Juni 2019, 20:00 WIB

Arinal-Nunik: Tidak Ada Program 100 Hari

Eva Pardiana | Nusantara
Arinal-Nunik: Tidak Ada Program 100 Hari

ANTARA
Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang baru saja dilantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim

 

GUBERNUR dan Wakil Gubernur Lampung yang baru saja dilantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim memastikan tidak ada program 100 hari pertama. Sebab tanpa program tersebut, sebelum dilantik pun mereka sudah bekerja untuk masyarakat Lampung.

"Program 100 hari itu kan tidak ada aturannya. Kita pastikan 5 tahun akan bekerja dengan maksimal. Jalan Ryacudu misalnya, sebelum dilantik pun kami sudah berupaya memperbaikinya karena itu jalan yang mempertemukan jalan nasional dan jalan tol, masyarakat setiap hari menggunakannya," ujar Arinal dalam konferensi pers di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (13/6).

Nunik, sapaan akrab Chusnunia, memaparkan, terkait dugaan defisit APBD Lampung Rp1,7 triliun, pihaknya akan segera melakukan audit untuk membuktikan kebenarannya. Ia menduga nilai defisit lebih besar.

"Kita akan cek dulu, bisa jadi lebih besar dari itu. Efisiensi anggaran juga harus dilakukan, program yang lama akan dievaluasi, namun tetap memprioritaskan visi misi yang kami janjikan kepada masyakrakat Lampung. Kebijakan efisiensi ini untuk jangka pendek," ujar Nunik.


Baca juga: Hari Pertama Jadi Gubernur, Arinal Ingatkan Bupati Hati-Hati


Sementara untuk jangka panjang, Arinal menyebut potensi PAD Lampung cukup besar, ke depan ia akan mengupayakan pembentukan BUMD yang dapat menunjang penerimaan PAD.

"Saya pernah dua kali menjabat Sekda di dua kepemimpinan gubernur. PAD kita sangat besar potensinya. Kita bisa bentuk BUMD untuk menunjang PAD. Seperti apa teknisnya saya belum bisa cerita sebab memerlukan daya dukung dana, bisa dari bagi hasil pajak atau kerjasama dengan para investor yang ingin memberikan kontribusi terhadap Provinsi Lampung," paparnya.

Arinal menyebut akan bertanggung jawab mengembalikan APBD yang defisit tersebut. Menurutnya sejak Lampung berdiri pada tahun 1964, pertama kalinya mengalami defisit hingga Rp1,7 triliun.

"Hari ini kita defisit Rp1,7 triliun. Pertama kalinya sejak 1964. Padahal untuk membangun APBD harus bagus juga. Saya akan bertanggung jawab meski yang melakukan pekerjaan tersebut adalah pemerintahan sebelumnya. Gubernur itu tidak ada gubernur satu, dua atau tiga. Gubernur adalah gubernur, dan saya siap menyelesaikan permasalahan itu," tegas Arinal. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More