Kamis 13 Juni 2019, 18:12 WIB

MK Batasi Jumlah Pengunjung Sidang Sengketa Pilpres

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
MK Batasi Jumlah Pengunjung Sidang Sengketa Pilpres

MI/Susanto
Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah (tengah) didampingi Juru Bicara MK Fajar Laksono (kanan).

 

DEMI kelancaran dan ketertiban jalannya sidang sengketa hasil pemilu presiden yang digelar esok hari, Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan sejumlah pengaturan. Salah satunya ialah membatasi jumlah pengunjung yang dapat memasuki ruangan sidang.

Jubir MK Fajar Laksono membenarkan hanya pihak terlibat persidangan yang memiliki akses untuk memasuki ruangan sidang. Perwakilan tim kuasa hukum dibatasi sebanyak 15 orang.

Baca juga: Minta Semua Komisioner Dipecat, KPU: BPN Salah Alamat

"15 kursi untuk pemohon, 15 kursi untuk termohon, 15 kursi untuk pihak terkait, 15 kursi untuk Bawaslu, 10 untuk pemantau, itu saja yang bisa masuk ke ruang sidang," ujar Fajar pada Kamis (13/6).

Lebih jauh ia menambahkan, ada sebanyak 150 orang perwakilan pihak terlibat persidangan yang memiliki akses untuk menonton di layar besar yang disediakan oleh MK.

Sementara itu, lantai 2 Gedung MK dikhususkan bagi wartawan. Sisanya, publik dapat menyaksikan melalui live streaming yang disiapkan oleh MK melalui YouTube.

"Bisa juga YouTube saja, jadi sambil leyeh-leyeh di rumah, di kantor, bisa live streaming," tutup Fajar. (Uca/A-5)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Lagi, Tujuh Pejabat KONI Sebagai Saksi Terkait Korupsi Dana

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:33 WIB
Tujuh pejabat dan staf KONI pusat diperiksa Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebagai saksi kasus korupsi bantuan dana pemerintah atau hibah,...
MI/Fransisco Carollio

Polisi Buru Pemilik Akun Penyebar Video Porno Mirip Syahrini

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:22 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih memburu pemilik akun Instagram @rumpi.manja.official terkait kasus penyebaran...
MI/PANCA SYURKANI

Luhut: Pemerintah Akan Ubah Perilaku Masyarakat Lewat Regulasi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:56 WIB
Regulasi tersebut ialah protokol kesehatan layaknya pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti cuci tangan, mengenakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya