FPI Cirebon Larang Anggotanya ke Jakarta

Penulis: Nurul Hidayah Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 19:00 WIB Politik dan Hukum
FPI Cirebon Larang Anggotanya ke Jakarta

ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan orasi usai pembacaan amar putusan gugatan praperadilan atas SP3 kasus Rizieq Shihab

FRONT Pembela Islam (FPI) Cirebon Raya melarang anggotanya ke Jakarta untuk mengawal sidang gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, yang digelar Jumat (14/6).

Habib Muhammad Al Habsy, ketua FPI Cirebon Raya mengungkapkan jika mereka sudah menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak berangkat ke Jakarta. "Lebih baik beraktivitas seperti biasa. Bekerja seperti biasa, yang sekolah ya tetap sekolah," ungkap Al Habsy, di Cirebon, Kamis (13/6). 

Menurut Al Habsy, jika memaksakan diri untuk berangkat ke Jakarta, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Uang yang ada lebih baik digunakan untuk menafkahi keluarga mereka. "Apalagi sudah ada instruksi dari Prabowo kepada pendukungnya untuk tidak datang ke Jakarta," ungkap Habsy.

Karena itu, Al Habsy meminta untuk bersabar dan menunggu hasil sidang MK di tempat masing-masing. "Kita ngoyo-ngoyo ke Jakarta juga tidak mengubah apa-apa," ungkapnya.

Al-Habsy mengatakan jika ada anggota FPI dari Cirebon yang berangkat ke Jakarta itu bukan instruksi darinya. "Kalau ada yang mengaku dari FPI Cirebon dan berangkat ke Jakarta, itu bukan instruksi kami. Kami juga tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, menyambut baik sikap FPI Cirebon Raya yang telah mengambil sikap dan instruksikan anggotanya untuk tidak ke Jakarta mengikuti sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi. "Kami ucapkan terima kasih kepada FPI Cirebon dan berharap sikapnya ditiru oleh pendukung lainnya," ungkap Suhermanto. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More