Kamis 13 Juni 2019, 17:53 WIB

Kapolri: Kivlan Zen Dijerat Pasal Pembunuhan dan Senjata Api

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Kapolri: Kivlan Zen Dijerat Pasal Pembunuhan dan Senjata Api

Antara
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian memastikan pihak kepolisian tidak pernah menyampaikan mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei.

Pasalnya, polisi hanya menjerat Kivlan dengan pasal perencanaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api.

"Tolong dikoreksi, Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan adalah Pak Kivlan Zen, enggak pernah. Yang disampaikan oleh Kadiv Humas adalah kronologi peristiwa di 21-22 (Mei) di mana ada dua segmen yakni aksi damai dan aksi melakukan kerusuhan," kata Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/6).

Menurutnya, aksi itu telah diatur karena pihaknya menemukan barang bukti seperti senjata tajam, bom molotov, petasan, serta ambulans yang membawa batu.

"Kalau enggak sengaja kok enggak ada penyampaian pendapat, kok langsung menyerang. Yang jam 22.30 WIB kok ada bom molotov. Itu kan pasti disiapkan bukan peristiwa spontan pakai batu seadanya," sebutnya.

Berdasarkan temuan itu, Tito memastikan adanya pihak yang mengatur secara sistematis kerusuhan tersebut. Namun, Tito menegaskan Polri tidak pernah menyebut Kivlan Zen sebagai dalang kerusuhan.

"Itu berarti memang kalau saya berpendapat peristiwa pukul 22.30 WIB dan selanjutnya sudah ada yang men-setting. Tetapi tidak menyampaikan itu (dalang kerusuhan) adalah Pak Kivlan," lanjutnya.

Tito menjelaskan, Kivlan Zen hanya disangkakan melalukan permufakatan jahat dan kepemilikan senjata api. Apalagi pihaknya memiliki saksi dan barang bukti sehingga menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka.

"Ini bukan hanya kasus kepemilikan senjata api, tentu juga ada dugaan permufakatan jahat dalam bahasa hukum untuk melakukan rencana pembunuhan dan itu ada saksi-saksinya. Nanti akan terungkap di pengadilan," paparnya.

Baca juga: Kivlan Zen Ditahan Terkait Senjata Ilegal

Kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta menyebut kliennya tidak pernah merencanakan pembunuhan. Pernyataan itu merujuk dari pernyataan para tersangka penyelundupan senjata yang juga berencana membunuh empat pejabat negara dan satu pemimpin lembaga survei.

"Kivlan Zen tidak pernah merencanakan pembunuhan, itu hoaks," kata Tonin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/6)

Oleh karena itu, dia telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan Kivlan Zen menjadi tahanan kota agar kliennya dapat memberikan keterangan langsung terkait dugaan pemufakatan pembunuhan tersebut. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More