Kamis 13 Juni 2019, 17:50 WIB

Menkeu Sebut Kebutuhan Investasi 2020 Capai Rp5.800 Triliun

Nur Aivanni | Ekonomi
Menkeu Sebut Kebutuhan Investasi 2020 Capai Rp5.800 Triliun

ANTARA
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyampaikan kebutuhan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2020 antara 5,3-5,6% berkisar antara Rp5.802,6-5.823,2 triliun.

"Kebutuhan investasi untuk bisa tumbuh antara 5,3% hingga 5,6% adalah Rp 5.802,6 triliun hingga Rp 5.823,2 triliun," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI dengan agenda pembahasan asumsi dasar dalam Kerangka Asumsi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2020, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6).

Kebutuhan investasi yang berasal dari swasta menjadi sangat penting berkisar antara Rp4.221,3-4.205,5 triliun. Sementara itu, pemerintah pusat diharapkan akan berkontribusi pada kisaran Rp246,7-261,4 triliun dan pemda kisaran Rp293,2-310,6 triliun.

Sementara itu, sambung Sri Mulyani, BUMN diperkirakan masih akan melakukan ekspansi investasi antara Rp471,7-473,4 triliun. Sedangkan, untuk Foreign Direct Investment (FDI) dalam bentuk penanaman modal asing masih akan konstan di kisaran Rp426,5-428,6 triliun.

"Ini yang menggambarkan, untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3% hingga 5,6% peranan investasi swasta menjadi sangat penting, sehingga policy yang berhubungan dengan kebijakan investasi jadi kunci apakah perbaikan infrastruktur, produktivitas tenaga kerja, pasar tenaga kerja, maupun policy untuk simplifikasi dan regulasi yang bisa positif bagi investasi," tuturnya.

Baca juga: Investasi Diperkirakan Menguat di Kuartal II

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggunakan instrumen fiskal APBN dalam rangka mendukung kebutuhan investasi tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, kebutuhan investasi tahun 2016 sebesar Rp4.040,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp4.370,6 triliun, tahun 2018 Rp4.790,6 triliun, dan tahun 2019 sebesar Rp5.276,6 triliun.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2020 kepada DPR RI pada Senin (20/5). Dalam kesempatan tersebut, pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai dasar penyusunan RAPBN 2020. Untuk pertumbuhan ekonomi, pemerintah mengusulkan di kisaran 5,3-5,6%.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More