Rabu 12 Juni 2019, 17:00 WIB

The Japan Foundation Jalin Kolaborasi Masyarakat ASEAN-Jepang

mediaindonesia.com | Humaniora
The Japan Foundation Jalin Kolaborasi Masyarakat ASEAN-Jepang

ist
President The Japan Foundation, Mr Hiroyasu Ando dalam Simposium Internasional

 

SIMPOSIUM Internasional 'Asia in Resonance 2019' diselenggarakan oleh The Japan Foundation di Auditorium Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, baru-baru ini.

Simposium ini merupakan sarana bagi negara-negara penerima Nihongo Partners (NP) untuk berdiskusi mengenai hasil yang diperoleh dari program NP yang telah berjalan selama 5 tahun dari 2014 sampai 2018.

The Japan Foundation mengundang masing-masing 1 siswa pembelajar Bahasa Jepang dari sekolah menengah penerima NP yang berada di 5 negara ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Myammar, Malaysia, dan juga mantan NP bersama guru Bahasa Jepang counterpart (CP) dari Indonesia dan Thailand, untuk mempresentasikan apa saja pengalaman yang dirasakan dan dipelajari selama ia berinteraksi dengan NP menggunakan Bahasa Jepang, terutama yang berkaitan dengan budi pekerti, integritas, loyalitas, sopan santun, dan kesederhanaan.

"Sampai Maret tahun ini, sudah dikirimkan lebih dari 1.800 orang NP dari Jepang ke berbagai negara, lalu Indonesia menjadi negara yang terbesar jumlah penerima NP.

Pada 2017, waktu Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo bertemu di Indonesia, Bapak Jokowi juga sudah menyetujui bahwa pentingnya program ini untuk dilanjutkan serta diperluas untuk masa depan," kata President The Japan Foundation, Mr Hiroyasu Ando, dalam keterangannya, Rabu (12/6).

Selain itu, menurut Ando, program ini juga sangat membantu pada perkembangan pendidikan Bahasa Jepang dan penumbuhan SDM global di berbagai negara, sekaligus memperdalamkan pengertian tentang masing-masing negara ASEAN di Jepang.

 

Baca juga: 19 Rumah Sakit Terancam Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan

 

"Oleh karena itu, kami sedang mencari kemungkinan untuk melanjutkan program pengiriman Nihongo Partners ini," imbuh Ando dalam pidato sambutannya.
 
Simposium internasional ini juga mendiskusikan makna pembelajaran Bahasa Jepang sebagai alat komunikasi dan media pendidikan karakter serta kemungkinan perpanjangan periode program NP.

Sementara Mendikbud RI, Muhadjir Effendy menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang melalui The Japan Foundation atas terselenggaranya program NP tersebut.

"Melalui program ini, siswa-siswi dari Indonesia maupun Jepang dapat kesempatan untuk saling mengerti dan pertukaran budaya dan bahasa masing-masing, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan juga dari program ini kita bisa mendapatkan kesadaran karakter serta pemahaman lintas budaya. Terima kasih banyak untuk program ini, dan kami mendukung supaya program ini bisa dilanjutkan," ujar Muhadjir.

Direktur The Japan Foundation Jakarta, Tsukamoto Norihisa, juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung program NP ini. Ia juga sangat berharap program tersebut dapat berkelanjutan. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More