Kamis 13 Juni 2019, 18:30 WIB

Tol Trans-Jawa Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Tol Trans-Jawa Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta

ANTARA
Tol Trans Jawa

 

DINAS Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menilai pembangunan tol Trans-Jawa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan saat Lebaran. Jumlah wisatawan di DI Yogyakarta diperkirakan meningkat di atas 15% dibanding libur lebaran tahun lalu.

"Para pemudik banyak beralih (dari pesawat) ke jalan darat. Dengan adanya tol Trans-Jawa, pemudik bisa menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga pemudik bisa mengajak lebih banyak orang saat berwisata ke DI Yogyakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo, Rabu (12/6).

Baca juga: Trans-Jawa Perlancar Perjalanan Pemudik

Singgih mengatakan jumlah penumpang di bandara diakui mengalami penurunan karena tiket yang mahal sejak akhir tahun hingga saat ini. Namun, keberadaan tol Trans-Jawa memungkinkan masyarakat beralih menggunakan transportasi darat.

Terkait jumlah libur usai Lebaran 2019 memang lebih sedikit dibandingkan 2018. Tahun lalu berjumlag 6 hari, sedangkan 2019 hanya 4 hari. Namun, dari data, jumlah wisatawan dan uang yang dikeluarkan diperkirakan tetap mengalami peningkatan.

"Ada kenaikan sekitar 15-20%. Jumlah retribusi yang masuk juga mengalami peningkatan, misalnya di Kabupaten Bantul dari target sekitar Rp1 milyar dan Kulon Progo dari target sekitar Rp400 juta," ungkap Singgih.

Dari sisi kemacetan, lebaran tahun ini tidak separah tahun lalu. Selain kesiapan para petugas dalam rekayasa lalu lintas, kemacetan bisa berkurang karena penggunaan aplikasi navigasi. Aplikasi akan menunjukkan jalan alternatif yang lancar ketika jalur utama terpantau padat.

Tingkat okupansi hotel pun tinggi dengan keterisian sekitar 80-90%. Wisatawan berkunjung ke DIY periode 1-9 Juni 2019 sebanyak 1,32 juta orang dengan pendapatan retribusi daerah sebesar Rp6.917.730.800.(OL-5)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More