Dibantai AS 13-0. Pelatih Thailand Minta Maaf

Penulis: Riyan Ferdianto Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 18:00 WIB Sepak Bola
Dibantai AS 13-0. Pelatih Thailand Minta Maaf

AFP/THOMAS SAMSON
Reaksi para pemain dan ofisial Thailand usai menderita kekalahan telak 13-0 dari AS di Piala Dunia Putri.

PELATIH timnas putri Thailand Nualphan Lamsam tidak menyangka timnya dikalahkan dengan skor telak 13-0 oleh Amerika Serikat pada laga pembuka Piala Dunia Piala Dunia Putri 2019, Rabu (12/6). Ia pun meminta maaf kepada suporter atas kekalahan tersebut.

Alex Morgan dan kawan-kawan sukses memulai fase grup dengan memecahkan rekor. Kemenangan 13-0 atas Thailand, lawan mereka di Grup F, merupakan kemenangan terbesar di Piala Dunia, baik itu untuk kategori putra maupun putri.

Skor tersebut melewati rekor kemenangan 11-0 Jerman atas Argentina pada Piala Dunia Putri 2007 dan menggandakan kemenangan telak AS sebelumnya, 7-0 melawan Taiwan pada 1991.

Morgan menjadi bintang di laga tersebut dengan terlibat dalam delapan gol. Penyerang klub Orlando Pride itu mencetak lima gol dan mengukir tiga assist.

Baca juga: Kalahkan Spanyol, Jerman Puncaki Grup B

Usai pertandingan, pelatih Nualphan Lamsam mengaku tidak menyangka negaranya akan dipermak dengan skor telak tersebut.

"Kami bertemu dengan salah satu lawan terkuat di dunia. Tetapi saya tidak berpikir akan kalah dengan skor sebanyak itu," kata Nualphan Lamsam dilansir ESPN.

"Saya dan staf pelatih meminta maaf kepada semua suporter kami dan terima kasih atas semua dukungan mereka," ujarnya.

Untuk menjaga asa lolos dari Grup F, Thailand harus bejuang melawan Swedia pada 16 Juni dan Cile 21 Juni mendatang.

"Kami akan melakukan yang terbaik dalam dua pertandingan berikutnya," tambahnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More