Selalu Dijaga Pihak Keamanan, KPU Tenang Hadapi Sidang MK

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 13:41 WIB Politik dan Hukum
Selalu Dijaga Pihak Keamanan, KPU Tenang Hadapi Sidang MK

ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
Ketua KPU Arief Budiman (kiri), Komisioner KPU Hasyim Asy'ari (kedua kiri), Evi Novida Ginting Manik (ketiga kiri), dan Ilham Saputra

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mengaku tenang jelang dilaksanakannya sidang perdana sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan selama bekerja pihaknya selalu dijaga oleh pihak keamanan.

"Saya percayakan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Mereka lah yang mengetahui strategi pengamanan. Jadi pokoknya saya nyaman saja, mau bekerja pagi, siang, malam, nyaman saja karena sampai hari ini tidak ada gangguan apapun," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (13/6).

Arief pun memastikan standar pengamanan masih diberlakukan sampai saat ini.

"Ada petugas kepolisian standby bersama kita, standby di kantor, ada petugas kepolisian yang ditempatkan di rumah dinas kita," ucapnya.

Baca juga: Lusa, Sidang Perdana Sengketa Hasil Pilpres Dimulai Pukul 9 WIB

Pengamanan bagi Komisioner KPU juga diberlakukan di rumah dinas. Keluarganya pun tak terlalu merasa terganggu dengan ancaman atau gangguan dari pihak lain.

"Iya aman saja. Keluarga saya sudah terbiasa. Kadang dia ikut merespon (ada gangguan), kadang diam saja. Saya pikir semua saling menghargai, saling menghormati. Secara fisik mereka tidak menganggu kita. Kalau komentar, pendapat di medsos itu kan semua harus menerima itu," terang Arief.

Lebih lanjut, ia membenarkan jelang sidang MK jumlah aparat keamanan yang berjaga menambah. Namun, tidak sebanyak saat pelaksanaan rekapitulasi di kantor KPU beberapa pekan lalu.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More