Sindir BPN, Andi Arief: Ujungnya Cuma Soal Bank Syariah

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 12:07 WIB Politik dan Hukum
Sindir BPN, Andi Arief: Ujungnya Cuma Soal Bank Syariah

MI/Bary Fathahilah
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief

POLITIKUS Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan kubu 02 yang membawa sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi dengan dasar dan argumen yang terus berubah. Ujung dari semua tudingan kecurangan terstruktur, tistematis dan masif yang selama ini digaungkan kubu Prabowo-Sandi bermuara hanya pada soal administratif pencalonan terkait status Cawapres Ma'ruf Amin di anak perusahaan BUMN yang itu pun bukan menjadi ranah kewenangan MK.

"Sebetulnya mengapa bangsa ini harus terbelah, harus ada kampanye, mengapa harus ada kerusuhan dan upaya pembunuhan mencurigai Ibu Ani sakit sebagai pura-pura, harus memaki AHY sebagai penghianat, kalau pada akhirnya di ujung pertarungan hanya mempermasalahkan status BUMN," kata Andi melalui twitternya @AndiArief_, Kamis (13/6).

Rakyat, imbuh Andi, menunggu klaim kemenangan 62% kubu Prabowo-Sandi disertai bukti-buktinya.

"Apa yang ditunggu rakyat? Saya keliling daerah, rakyat menunggu 02 bawa bukti 62% seperti sudah dikemukakan Pak Prabowo. Ini menyangkut nama baik dan kredibilitas beliau. Mungkin statemen ini menyakitkan, tapi kenyataannya ini yang ditunggu. bukan soal bank syariah," lanjut Andi.

Baca juga: Andi Arief Sebut Setan Gundul Tengah Manfaatkan Momen Premanisme

Ia menilai kubu 02 terus mengubah argumentasi dan tampak tidak serius membawa gugatan Pilpres ini ke MK.

"Sejarah politik Indonesia sangat tidak baik dibaca anak cucu, ketika pertarungan politik terbesar dalam pemilu saat ini hanya berisi dagelan dengan alasan yang selalu berubah. Sebetulnya otak dan pikiran itu terbuat dari apa?," tutur Andi lagi.

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Wasekjen Partai Demokrat tersebut, Prabowo harus mengambil sikap tegas.

"Harus ada yang berani bicara pahit pada Pak Prabowo. Kesalahan membisik, bisa menjadi negatif. Seolah Pak Prabowo menuntut dengan segala cara untuk menang. Tuit-tuit saya mungkin tidak menyanjung, tapi mudah2an dalam suasana tenang layak dipikirkan," cicitnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More