Kamis 13 Juni 2019, 16:45 WIB

YLKI: Iklan Rokok di Internet Layak Diblokir

Antara | Humaniora
YLKI: Iklan Rokok di Internet Layak Diblokir

ANTARA/Wahyu Putro A
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi (tengah)

 

KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan iklan rokok di internet memang layak diblokir untuk melindungi anak-anak dan remaja dari paparan iklan rokok.   

"Keberadaan iklan rokok di internet sangat mengkhawatirkan, karena bisa dibuka oleh siapa pun dan kapan pun, tanpa kontrol dan batas waktu," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (13/6).    

Karena bisa diakses kapan pun dan tanpa batas, anak-anak dan remaja pun bisa terpapar iklan rokok kapan pun.

Padahal, menurut dia, saat ini, ada lebih dari 142 juta pengguna internet di Indonesia, termasuk anak-anak.    

Hal itu berbeda dengan iklan rokok di media penyiaran yang masih dibatasi antara pukul 21.30 hingga 05.00, meskipun Tulus menilai sudah seharusnya iklan rokok dilarang di seluruh media.    

Baca juga: Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Ribuan Botol Miras

"Indonesia merupakan negara yang masih menjadi surga bagi iklan dan promosi rokok. Padahal, di banyak negara, iklan dan promosi rokok sudah dilarang, misalnya di Eropa sejak 1960 dan di Amerika Serikat sejak 1973," tambahnya.    

Pemblokiran iklan rokok di internet harus dilakukan untuk mencegah peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja.

Apalagi, menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 tahun hingga 18 tahun dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018.    

Karena itu, Tulus memuji langkah Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk meminta pemblokiran iklan rokok di internet.    

"Langkah Menteri Kesehatan tersebut perlu didukung. Karena itu YLKI meminta Menteri Komunikasi dan Informatika untuk memblokir iklan rokok di internet," katanya.    

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi membenarkan tentang surat Menteri Kesehatan Nila F Moeloek kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tersebut.    

"Saya perlu cek suratnya, tapi sepertinya betul. Surat tersebut bersifat internat karena antara dua menteri," tambahnya saat dikonfirmasi mengenai surat itu melalui telepon di Jakarta, Rabu (12/6). (OL-2)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Per 1 Juli, Kemenkes Telah Salurkan Rp408 M untuk Insentif Nakes

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:07 WIB
Ia mengatakan proses penyaluran dana insentif didasari pada Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor...
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Ini Aturan Kurban di Masa Pandemi

👤Zubaedah Hanum 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:05 WIB
Untuk membatasi kepadatan di lokasi penyembelihan, prosesi penyembelihan hewan hanya boleh dihadiri  panitia dan pihak yang...
DOK LUMINOR HOTEL

Pesan Sekarang, Nginap Kapan Saja Hingga Maret 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Juli 2020, 12:14 WIB
Hotel 88 dan Luminor Hotel selalu menjalankan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran WHO dan Pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya