Kamis 13 Juni 2019, 11:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu di Bandara Bandung

mediaindonesia.com | Nusantara
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu di Bandara Bandung

Dok Bea Cukai
Petugas Bea Cukai menunjukkan sabu yang berhasil disita di Bandara Hussein Sastranegara

 

BEA Cukai Bandung menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2.085 gram dalam suasana libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Penggagalan dilakukan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (6/6).

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan pengamanan selama hari libur memang tidak akan berkurang bahkan justru ditambahkan.

“Meski dalam suasana libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, tidak lantas menyurutkan kinerja pengawasan atas lalu lintas barang dan penumpang. Petugas tetap melakukan pemeriksaan karena justru biasanya momen libur seperti ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu,” ujarnya.

Baca juga: Bea Cukai Jateng Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke 10 pada 2019

Bermula dari hasil analisa prakedatangan atas penerbangan Malindo Air rute Kuala Lumpur–Bandung dan pemeriksaan bagasi dengan menggunakan x-ray, ditemukan anomali pada barang bawaan milik penumpang dengan inisial WB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas barang bawaan penumpang, petugas menemukan serbuk kristal berwarna putih di dalam buku yang dimodifikasi sebagai tempat menyembunyikan serbuk tersebut.

Barang bukti kemudian dilakukan uji laboratorium di Balai Laboratorium Bea Cukai Jakarta dan dinyatakan positif sabu.

“Keberhasilan itu merupakan aksi nyata tim gabungan Bea Cukai Bandung dan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat yang bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan narkotika,” tutup Saipullah. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More