Kamis 13 Juni 2019, 08:38 WIB

Carrie Lam Tuding Kerusuhan Terorganisasi

Fajar Nugraha | Internasional
Carrie Lam Tuding Kerusuhan Terorganisasi

AFP/Anthony WALLACE
Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

 

KEPALA Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengecam pengunjuk rasa yang bentrok dengan polisi pada Rabu (12/6). Pemimpin wilayah Hong Kong tersebut menyebut bentrokan itu sebagai ‘kerusuhan terorganisasi’.

Ini adalah komentar pertama Lam sejak bentrokan pecah antara polisi dengan pada pedemo yang menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi ke wilayah Tiongkok.

"Tindakan kerusuhan yang mengorbankan masyarakat yang damai, mengabaikan hukum dan disiplin tidak dapat diterima masyarakat beradab," kata Lam dalam sebuah pernyataan video, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis (13/6).

"Jelas bahwa ini bukan demonstrasi damai, tetapi kerusuhan yang terorganisasi secara terbuka. Protes itu sama sekali bukan tindakan mencintai Hong Kong,” imbuh Lam.

Lam sangat mengutuk kekerasan dan mendesak kota untuk kembali normal sesegera mungkin.

Baca juga: Pascademo yang Berujung Rusuh, Hong Kong Tenang

Selain itu, Lam mengatakan beberapa orang yang menyatakan para pedemo sama sekali mengabaikan keselamatan publik saat memblokade jalan-jalan, melumpuhkan lalu lintas dan sangat mengganggu ketertiban di masyarakat.

Lebih lanjut Lam mengatakan, beberapa orang berulang kali menyerang garis penjagaan polisi dan terlibat dalam kegiatan seperti membakar, menyerang polisi dengan menghujamkan tiang dan batu bata, dan merusak fasilitas umum di dekatnya.

Lam mengakui bahwa RUU Ekstradisi itu menarik "opini positif dan negatif yang kuat di masyarakat".

“Tetapi konfrontasi yang intens tentu bukan solusi untuk meredakan pertikaian dan menyelesaikan kontroversi," katanya.

"Saya harap Anda semua bisa tenang untuk mempertimbangkan bahwa ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir bahwa kami telah melihat adegan-adegan gaduh seperti itu. Hong Kong adalah masyarakat yang bebas, terbuka, dan majemuk yang menghargai pendapat berbeda tentang segalanya,” tegas Lam.

"Jika suatu tujuan dapat dicapai dengan cara-cara radikal dan keras, pemandangan seperti itu akan menjadi lebih parah, yang pasti akan menempatkan Hong Kong dalam bahaya,” tuturnya.

Mengenai isu RUU ini, Lam mengatakan dia yakin itu dapat dicapai dengan "cara damai, rasional, dan taat hukum untuk kepentingan keseluruhan Hong Kong".

"Saya berharap masyarakat akan kembali tertib sesegera mungkin dan saya tidak ingin ada lagi orang yang terluka dalam kerusuhan. Saya menghimbau semua warga yang mencintai tempat ini untuk menghindari kekerasan," pungkas Lam. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Percy Hurtado

Machu Picchu akan Dibuka Kembali, Tapi...

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Juli 2020, 06:15 WIB
Pembatasan itu diusulkan oleh pakar internasional dalam upaya mencegah memburuknya kondisi obyek wisata yang telah ditetapkan sebagai Situs...
AFP/SEBASTIAN SMITH

Trump Sebut Pencalonan Diri Kanye West Menarik

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Juli 2020, 06:03 WIB
Pernyataan rapper berusia 43 tahun lewat Twitter bahwa dia ingin menjadi presiden AS telah di-retweet sebanyak setengah juta kali dan...
AFP/Roslan RAHMAN

4 Siswa dan 1 Guru di Singapura Positif Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 08 Juli 2020, 05:27 WIB
Kementerian mengatakan para siswa kemungkinan terinfeksi di lingkungan rumah atau keluarga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya