Kamis 13 Juni 2019, 08:21 WIB

Pascademo yang Berujung Rusuh, Hong Kong Tenang

Fajar Nugraha | Internasional
Pascademo yang Berujung Rusuh, Hong Kong Tenang

AFP/HECTOR RETAMAL
Polisi Hong Kong membongkar blokade yang dipasang demonstran pada Kamis (13/6).

 

KONDISI Hong Kong setelah dilanda bentrokan antara polisi dengan massa, kini dalam keadaan tenang. Namun diperkirakan demo menentang rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi akan berlanjut.

Polisi antihuru hara dan pedemo Hong Kong bersiap pada Kamis (13/6) pagi untuk kemungkinan bentrokan lebih lanjut di distrik keuangan dari wilayah Tiongkok itu. Sebelumnya, pada Rabu (12/6), kedua belah pihak terlibat bentrokan selama seharian.

“Pada pukul 22.00 pada Rabu waktu setempat, 72 orang telah dirawat di rumah sakit. Ini termasuk dua orang diklasifikasikan sebagai serius,” ungkap Otoritas Rumah Sakit Hong Kong, seperti dikutip AFP, Kamis (13/6).

Ketenangan tetapi penuh kewaspadaan tampak terlihat di kota setelah polisi menembakkan peluru karet, gas air mata, dan semprotan merica dalam serangkaian tindakan untuk mengusir para pedemo dari gedung badan legislatif kota.

Baca juga: Dihadiri Puluhan Ribuan Orang, Unjuk Rasa Lumpuhkan Hong Kong

Ini menandai beberapa kekerasan terburuk untuk mengguncang pusat keuangan sejak Inggris mengembalikannya ke pemerintahan Tiongkok pada 1997 dengan jaminan otonomi dan kebebasan yang luas, termasuk sistem hukum yang terpisah dan kebebasan berbicara.

RUU ekstradisi yang menjadi biang keladi demonstrasi akan memungkinkan orang-orang dikirim ke daratan Tiongkok untuk diadili.

RUU ekstradisi telah memicu kekhawatiran yang tidak luas, baik secara lokal maupun internasional, bahwa aturan itu berisiko lebih lanjut perambahan dari pejabat Tiongkok dan mengancam supremasi hukum yang menopang status keuangan internasionalnya.

“Ratusan polisi antihuru-hara terlihat beristirahat dan bersiap kembali semalaman. Sementara para pengunjuk rasa memperoleh pasokan air segar, kacamata dan helm,” ujar seorang saksi mata.

Pedemo dapat terlihat mengikat lengan dan kaki yang terbuka dengan alat pelindung untuk menjaga terhadap dampak gas air mata karena banyak bersiap untuk menghadapi tindakan polisi.

Beberapa ribu demonstran tetap berada di dekat badan legislatif di distrik Admiralty. Sementara ribuan lainnya telah mundur ke wilayah pusat bisnis, yang mengarah ke gedung terkenal dari perusahaan yang beroperasi seperti termasuk HSBC, AIA, dan Mandarin Oriental.

Bentrokan pecah berjam-jam setelah puluhan ribu orang mengepung jalanan utama pada jam-jam sibuk pagi hari dan mengepung parlemen kota. Hal ini memaksa anggota parlemen untuk menunda debat mengenai undang-undang yang diusulkan. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Juan Mabromata

Covid-19, Argentina Berlakukan Lockdown di Ibu Kota Buenos Aires

👤Antara 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:55 WIB
"Obat satu-satunya yang kami temukan sejauh ini adalah membatasi mobilitas warga dan pertemuan tatap muka sebanyak...
AFP/Mohammed Abed

Merasa Ditikam, Palestina Tolak Kesepakatan UEA-Israel

👤Haufan HAsyim Salengke 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 07:26 WIB
Pejabat Palestina mengakui kesepakatan UEA-Israel bukan hal yang mengejutkan lantaran tentara Emirat tak pernah berada di perbatasan untuk...
AFP/Johnny Bugeja

AS Sita 4 Kapal Bahan Bakar Iran Menuju Venezuela

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 06:58 WIB
Empat kapal yang mengangkut sekitar 1,1 juta barel bahan bakar itu disita oleh pihak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya