Kamis 13 Juni 2019, 11:25 WIB

KPK Terus Telusuri Aliran Suap ke Menpora

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
KPK Terus Telusuri Aliran Suap ke Menpora

MI/ROMMY PUJIANTO
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi memastikan terus mengembangkan kasus duga-an suap dana hibah Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Penyidik terus mencermati lebih detail fakta-fakta baru yang muncul di persidangan.

"Itu bagian dari fakta persidangan yang kami cermati. Banyak sekali fakta sidang yang perlu kami telaah lebih lanjut," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, kemarin.

Komisi antirasuah bahkan berpeluang membuka penyelidikan baru untuk menindaklanjuti fakta-fakta persidangan tersebut. Terlebih hal-hal yang mencuat dalam sidang soal kucuran uang kepada pihak lain, salah satunya kepada Menpora Imam Nahrawi dan staf pribadinya, Miftahul Ulum.

"Kalau memang fakta sidang itu perlu diklarifikasi lebih dalam, proses penyelidikan bisa dilakukan dengan mekanisme pengembangan perkara," ujar Febri.

Perihal penyelidikan baru yang mengarah kepada Imam dan Ulum, Febri menyebut semua informasi anyar yang terungkap dalam persidangan bakal ditindaklanjuti.

"Kami sedang mencermati kemungkinan pengembangan kepada pelaku yang lain," pungkasnya.

Imam dan Ulum santer disebut terlibat dalam kasus itu. Bahkan, dalam sejumlah persidangan, nama keduanya disebut kecipratan uang haram dana hibah untuk KONI.

Dalam putusan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini uang Rp11,5 miliar mengalir ke Imam Nahrawi. Dana hibah Kemenpora ke KONI itu diserahkan Fuad kepada Imam melalui Ulum dan staf protokol Kemenpora, Arief Susanto.

Ulum menerima uang dengan perincian Rp2 miliar pada Maret 2018 yang diserahkan di Kantor KONI, kemudian Rp500 juta diserahkan pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI. Selanjutnya, Rp3 miliar melalui Arief Susanto yang menjadi orang suruhan Ulum.

Selain itu, Rp3 miliar kepada Ulum di ruang kerja Sekjen KONI pada Mei 2018. Selanjutnya, penyerahan Rp3 miliar dalam mata uang asing dise-rahkan sebelum Lebaran 2018 di lapangan tenis Kemenpora. (Mir/Medcom/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More