Kamis 13 Juni 2019, 08:25 WIB

Airnav Alokasikan Rp2,6 T untuk Tingkatkan Layanan

Pra/E-1 | Ekonomi
Airnav Alokasikan Rp2,6 T untuk Tingkatkan Layanan

MI/ANDHIKA
Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto (dua dari kiri), bersama Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz, Wakil Wali Kota Pekalongan Afz

 

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia mengalokasikan dana Rp2,6 triliun untuk peningkatan kualitas layana navigasi di bandara.

Menurut Direktur Utama AirNav Novie Riyanto, pihaknya perlu meng-antisipasi pertumbuhan traffic penerbangan ke depan sehingga penurunan frekuensi penerbangan yang terjadi saat ini tidak membuat perseroan melonggarkan kinerja.

Alokasi dana Rp2,6 triliun itu meningkat Rp700 miliar ketimbang alokasi yang sama pada tahun lalu.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur dan pelayanan navigasi penerbangan seperti sistem communication and navigation, surveillance and automation (CNS-A) serta kualitas personel di seluruh kantor cabang, baik di bandara besar maupun perintis.

"Papua, misalnya, tahun ini kami meluncurkan 45 program senilai Rp245,5 miliar, meningkat dibandingkan 2018 yang hanya Rp156 miliar," kata Novie Riyanto dalam perbincangan dengan Media Indonesia di Pekalongan, kemarin.

Novie juga memaparkan beberapa program besar yang dikerjakan AirNav Indonesia pada 2019, antara lain pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai, dan Sintang.

Ada juga peremajaan dan upgrade automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) di sejumlah bandara, advanced-surface movement guidance and control system (A-SMGCS) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, penambahan mobile tower serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.

Tahun ini Airnav kembali menyelnggarakan Java Baloon Festival yang terbukti mampu menekan angka balon udara yang diterbangkan secara liar dari 112 menjadi 40 balon saja tahun ini.

Tradisi melepaskan balon udara oleh masyarakat dapat difasilitasi melalui Festival balon udara ini.(Pra/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More