Pengungkapan Aktor Tinggal Tunggu Waktu

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 13 Jun 2019, 08:45 WIB Politik dan Hukum
Pengungkapan Aktor Tinggal Tunggu Waktu

ANTARA FOTO/Wibowo Armando
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen.

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan pengusutan kasus kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta masih terus berjalan. Pengungkapan aktor utama rangkaian kejahatan, yakni kerusuhan, skenario penembakan tokoh nasional, dan rencana makar, tinggal tunggu waktu.

"Kemarin baru sebatas pemasok senjata, belum diungkap siapa dalang kerusuhan. Nanti ketahuan siapa aktor yang sesungguhnya. Ini masih proses, hanya memakan waktu," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dalam konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6), Polri menyebut Mayjen (Purn) Kivlan Zen berperan sebagai pemasok senjata untuk membunuh sejumlah tokoh nasional.

Moeldoko memastikan pengusut-an kasus itu tak akan berhenti pada Kivlan. "Ya bisa ada, nanti bagaimana hasil investigasi berikutnya," ujar mantan Panglima TNI itu.

Hal senada disampaikan Menko Polhukam Wiranto. Ia meminta masyarakat bersabar menanti Polri menyelesaikan investigasi. Hasil pengakuan para tersangka, imbuhnya, mulai mengerucut pada dalang kerusuhan.

"Memang belum selesai, namanya saja masih proses hukum. Masih perlu pendalaman dan pengembangan. Sekarang kan nggak sabar, seakan-akan harus segera tuntas. Kita harus ketemu konfigurasi, anatomi kerusuhan secara utuh, ketemu pasti," jelas Wiranto.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) menjadi hambatan dalam pengungkapan penyebab kematian 9 korban kerusuhan 21-22 Mei 2019. Pasalnya, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Ia menjelaskan pentingnya mengetahui lokasi TKP dalam mengungkap dugaan peluru tajam sebagai salah satu penyebab tewasnya korban. Karena itu, Polri membutuhkan kerja sama dan dukungan masyarakat agar bisa memberikan keterangan terkait peristiwa itu.

"Intinya tim investigasi gabungan ini berusaha keras untuk menemukan bukti-bukti itu," terangnya.

Di lain pihak, Kontras mendesak kepolisian mengungkap detail kematian korban kerusuhan. "Tanpa penjelasan detail, kesimpulan itu bisa memunculkan asumsi di publik terkait pelaku penembakan," kata peneliti Kontras, Rivanlee Anandar, kemarin. (Pol/Mir/Faj/Fer/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More