Kamis 13 Juni 2019, 06:20 WIB

Bill Clinton Hadir sebagai Pahlawan Kosovo

(Tesa Oktiana Surbakti/AFP/X-11) | Internasional
 Bill Clinton Hadir sebagai Pahlawan Kosovo

(Photo by Armend NIMANI / AFP)
mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton

 

MELALUI pidato perayaan, sebuah patung baru dan kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Kosovo menandai 20 tahun kemerdekaannya. Tepatnya sejak intervensi pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang mengakhiri konflik Kosovo dengan Serbia sekaligus membuka jalan untuk kebebasan Kosovo.

Clinton memang dicintai di Kosovo karena memperjuangkan intervensi yang mendesak pasukan Serbia mundur dari pertempuran mereka dengan separatis etnik Albania. Konflik itu sudah menewaskan 13 ribu orang dengan mayoritas korban warga Albania Kosovo.

Dianggap sebagai bapak pendiri Kosovo, Clinton akan berpidato di pusat Kota Pristina pada Rabu waktu setempat. Di negara itu juga sudah terdapat sebuah patung dan jalan raya atas nama Clinton.

Presiden Kosovo, Hashim Thaci, menyambut Clinton dengan sebuah medali penghargaan sebagai ucapan terima kasih terhadap kebebasan yang dibawa Clinton kepada Kosovo. Dengan tersenyum, Cliton merespons dirinya akan selalu bangga terhadap kontribusinya.

Perayaan itu juga akan diwarnai pembukaan patung baru Madeleine Albright, mantan Menteri Luar Negeri AS, yang dijadwalkan menghadiri acara tersebut.

Pada peringatan 20 tahun kemerdekaan kali ini, para pemimpin Kosovo saling bersulang. Pekan ini, sebuah penghormatan juga mengemuka di jejaring sosial dengan tagar #Kosovo20yearsfree.

Adapun suasana di Beograd masih dibayangi kesuraman lantaran menyesalkan serangan NATO. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, misalnya, mengecam intervensi NATO pada 1999. Dia menyebut 19 negara paling kuat telah menyerang Serbia sebagai negara kecil.

Penolakan Rusia

Pada 12 Juni 1999, NATO memasuki wilayah Kosovo setelah tiga bulan terjadi peperangan Kosovo melawan pasukan Serbia. Peristiwa itu juga menandai kehilangan kendalinya Beograd secara efektif atas wilayah bekas provinsinya.

Akan tetapi, jalan Kosovo mencapai status kenegaraan sama sekali tidak mulus. Beograd masih menolak untuk mengakui kemerdekaan Kosovo secara resmi. Pemerintah Serbia juga meremehkan upaya Kosovo untuk mendapatkan pengakuan global.

Sementara itu, Kosovo meraih dukungan dari AS dan sebagian besar negara-negara Barat, status Kosovo masih ditolak Rusia dan Tiongkok. (Tesa Oktiana Surbakti/AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More