Kamis 13 Juni 2019, 03:20 WIB

Gilas Estonia, Jerman Enggan Jemawa

Cahya Mulyana | Sepak Bola
Gilas Estonia, Jerman Enggan Jemawa

EMMANUEL DUNAND / AFP
Para pemain Jerman mendengarkan pelatih Jerman Joachim Loew

 

TIM-TIM elite Eropa kembali tidak terbendung. Saat menghadapi lawan ma­sing-masing dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Eropa 2020, kemarin dini hari, mereka sukses menangguk kemenangan, bahkan beberapa di antaranya dengan skor yang mencolok.

Di Grup C misalnya, Jerman tanpa ampun melumat Estonia 8-0. Sementara itu, di Grup H, Prancis yang pada laga sebelumnya kalah 0-2 dari Turki, berhasil bangkit dengan menggasak tuan rumah Andorra 4-0, sedangkan di Grup I Belgia melumat Skotlandia 3-0.

Kembali ke Grup C, Jerman benar-benar menunjukkan keperkasaannya kali ini. Saat menjamu negara pecahan Uni Soviet tersebut di Coface Arena, Mainz, Die Mannschaft menggelontorkan gawang lawan sebanyak delapan kali.

Padahal dalam laga itu, Der Panzer masih tidak didampi­ngi arsiteknya Joachim Loew. Mereka hanya dipimpin asisten pelatih Marcus Sorg. Meski begitu, mereka tetap digdaya. Itu bisa dilihat dari kedelapan gol tersebut.

Meski demikian, gelandang Jerman, Marco Reus, seperti­nya tidak terlalu senang dengan kemenangan itu. Pasalnya, laga itu tidak bisa menjadi tolok ukur bagi pasukan Jerman dalam mengejar target juara.

“Lawan seperti ini bukan tolok ukur bagi kami. Bagi kami untuk mengikuti ritme dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik di lapang­an, tetapi kami harus tetap realis­tis,” ujarnya dilansir dari Agence France Presse.
“Kami harus tetap realistis dan mencapai performa yang sama saat melawan tim-tim berkelas seperti Belanda,” lanjut kapten Borussia Dortmund itu lagi.

Meski begitu, ia juga tetap mensyukuri kemenangan tersebut. Menurut dia, hal itu menunjukkan hasil bagus dari latihan yang mereka lakukan. Dalam masa transisi, kata dia, sangat penting bagi para pemain untuk lebih saling mengenal.

Pada pertandingan lain, striker Manchester United Romelu Lukaku tampil gemilang. Ia mencetak sepasang gol untuk mengantarkan kemenangan Belgia atas Skotlandia 3-0 di King Baudouin Stadium. Sementara itu, satu gol Belgia lainnya dipersembahkan Kevin de Bruyne pada injury time.

“Ini adalah kemenangan yang bagus dan itu bagus bagi saya untuk bisa mencetak gol,” kata Lukaku.

Menurut dia, hasil terbaik yang mereka dapatkan tidak lain akibat perbaikan tim dari setiap laga yang telah dilakoni. Kerja sama dan kinerja pasukan Belgia menunjukkan tren positif sehingga mempermudah untuk meraih target 3 poin. “Tim semakin baik setiap saat,” tegasnya.

Kesuksesan serupa dipetik Prancis. Saat bertandang ke Estadi Nacional, Andorra La Vella, tim besutan Didier Deschamps itu menang empat gol tanpa balas.

Kerja keras
Berbeda dengan ketiga negara tersebut, Italia harus sedikit bekerja keras sebelum menaklukkan Bosnia-Herzegovina 2-1 di Grup J. Dalam duel di Allianz Stadium, Turin, tersebut, Gli Azzurri bahkan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol  Edin Dzeko pada menit ke-32.

Namun, mereka mampu bangkit di babak kedua dan balik memenangi laga berkat gol-gol Lorenzo Insigne (49’) dan Marco Verratti  (86’).

“Saya sudah menduga laga akan berjalan sulit, tetapi pasukan kami menunjukkan kekuatan dan memiliki keyakinan untuk membalikkannya,” kata arsitek Italia, Roberto Mancini, selepas laga.

Sebaliknya, striker Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan kekalahan itu. (AFP/UEFA/R-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More