Rabu 12 Juni 2019, 20:10 WIB

Ganggu Penerbangan, Belasan Balon Udara Disita di Pekalongan

Antara | Nusantara
Ganggu Penerbangan, Belasan Balon Udara Disita di Pekalongan

antara
LARANGAN MENERBANGKAN BALON UDARA

 

TIM gabungan terdiri atas satuan politik pamong praja (Satpol PP), Polri, dan TNI Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyita sebanyak 17 balon udara liar milik warga yang sudah siap untuk diterbangkan dalam rangkaian tradisi Syawalan, Rabu (12/6).

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Politik Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan, Henri Rudin, di Pekalongan, mengatakan bahwa penyitaan balon liar itu sebagai upaya mengantisipasi gangguan jalur penerbangan.    

"Meski pemkot telah melarang menerbangkan balon udara dan menyelenggarakan festival balon tambat namun masih ada warga yang nekat menerbangkan balon udara secara liar. Oleh karena, kami melakukan operasi dan menyita 17 balon yang siap untuk diterbangkan," katanya.

Pada kesempatan itu, kata dia, pihaknya juga menyita sebanyak 13 petasan yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat dan membahayakan jiwa manusia.   


Baca juga: Warga di Pesisir Pangkalpinang Diduga Diserang Wabah Ulat Bulu


Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan pada pembuat balon udara liar agar tidak melakukan kegiatan lagi pada Lebaran tahun mendatang.

"Mereka kami data dan diberikan pembinaan agar tak mengulang perbuatannya lagi karena hal yang dilakukan oleh warga dalam upaya menyambut tradisi Syawalan itu sangat membahayakan jalur penerbangan," katanya.  

Ia mengingatkan pada masyarakat dapat menyadari bahaya menerbangkan balon secara liar dan mengubah tradisi tersebut dengan mengikuti 'Festival Balon Tambat' yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Airnav Indonesia.    

"Kita masih amankan balonnya saja dan dilakukan pembinaan dan disadarkan bahwa tradisi itu dapat disalurkan melalui festival balon," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More