Urus Dokumen Bisa Mandiri

Penulis: (UA/N-1) Pada: Rabu, 12 Jun 2019, 22:20 WIB Nusantara
Urus Dokumen Bisa Mandiri

Ist
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas,

SATU lagi terobosan dilakukan Pemkab Banyuwangi yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publiknya. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memperkenalkan layanan publik secara mandiri (self services) yang mana masyarakat bisa langsung melakukan pengurusan dokumen melalui instrumen teknologi tanpa harus bertemu dengan petugas.

“Secara bertahap Banyuwangi berupaya menerjemahkan arahan Presiden. Dalam Musrenbang Nasional beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan publik. Ini yang kami terjemahkan dengan menghadirkan layanan mandiri di Mal Pelayanan Publik,” ujar Anas saat pengenalan layanan tersebut, Rabu (13/6).

Anas menjelaskan, terdapat dua metode layanan mandiri. Metode pertama, melalui mesin yang disediakan di Mal Pelayanan Publik yang merupakan pusat pelayanan di Banyuwangi untuk melayani 199 pengurusan dokumen/perizinan. “Warga tinggal tempelkan KTP-E atau login pakai e-mail di mesin itu, data warga langsung terbaca, lalu ingin urus apa langsung klik sendiri, dan langsung cetak dokumen. Ya, mirip-mirip kalau kita self check-in di bandara atau stasiun, langsung tercetak boarding pass-nya,” paparnya.

Dijelaskan pula, warga Banyuwangi bisa mencetak dokumen digital, ada tanda tangan digital sesuai izin Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Artinya, dokumen yang dicetak dari layanan mandiri ini dijamin keasliannya, utuh, dan nir-penyangkalan sesuai prinsip keamanan dokumen digital yang disyaratkan.

Anas menambahkan secara bertahap mesin layanan mandiri akan disiapkan di desa-desa. “Ini sudah diinisiasi oleh Desa Genteng Kulon. Desa Ketapang juga advance layanannya,” jelas Anas.

Adapun metode kedua, sambung Anas, bisa dengan mengunduh aplikasi Smart Kampung yang tersedia di Play Store. Di aplikasi tersebut, warga tinggal memilih fitur-fitur pelayanan publik yang diinginkan. “Nanti dokumen yang mereka urus dikirimkan langsung ke e-mail warga dan ke pemerintah desa/kelurahan. Warga bisa cetak sendiri.”

Asisten Administrasi Pemerintahan, Choiril Ustadi menambahkan, layanan mandiri ini akan terus ditingkatkan secara bertahap. “Tentu tidak semua bisa dengan dokumen digital ini karena ada aturan-aturan pemerintah pusat.

Misalnya akta kelahiran, itu kertasnya khusus dan harus tanda tangan basah, ada security printing tertentu yang belum bisa dilayani mesin layanan mandiri,” ujar Ustadi. (UA/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More