Kamis 13 Juni 2019, 02:05 WIB

Berawal dari Mahar Ar Rahman

(BY/M-2) | Humaniora
Berawal dari Mahar Ar Rahman

MI/Anggoro
Aktivis dakwah yang juga youtuber asal bandung Dodi Hidayatullah

 

KESERIUSAN Dodi dalam menciptakan konten di media sosial berawal dari ketidaksengajaan. Dodi mengaku semula tidak ingin menjadi sosok yang terkenal, baik di Youtube maupun Instagram.

Semua ini bermula saat ia menggelar pernikahan dengan Auliya Rahmi Fadlilah pada 2011. Sebagai santri yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren tahfiz Alquran, Dodi memberanikan diri untuk memberi mahar bagi calon istri berupa pembacaan Surat Ar Rahman.

Seusai melihat dokumentasi akad nikahnya itu, dia pun iseng mengunggah video tersebut ke Youtube. "Iseng-iseng saja, hanya ingin ada di internet," kelakarnya.

Tanpa diduga, beberapa tahun kemudian, video yang di kanalnya itu kini telah disaksikan sekitar 14 juta kali, viral di media sosial seiring semakin banyaknya pengguna internet di Tanah Air. Bahkan, dia pun menerima informasi dari kerabatnya bahwa salah satu rekaman proses pernikahannya itu sempat populer di Malaysia.

"Pada 2017 akhir, ada yang ngasih tahu bahwa video itu viral oleh reuploader dari akun Youtube Malaysia. Bahkan, katanya viewer-nya sudah jutaan," kenangnya seraya menyebut akun Youtube di Malaysia yang sudah mengunggah ulang rekamannya itu mencapai ratusan.

Mengetahui itu, dia langsung meminta masukan dari kerabatnya yang lebih mengerti akan hal tersebut agar bisa memperoleh royalti atas videonya yang beredar luas di masyarakat. "Saya tanya bisa diurusin enggak? Kata mereka sangat bisa," katanya.

Seusai berhasil mendampingi proses tersebut hingga diterimanya royalti, rekannya itu pun menyarankan agar Dodi melanjutkan aktivitasnya di media sosial. "Teman saya bilang, sayang banget kalau berhenti di sini," kenang Dodi.

Penulis novel Selaksa Cinta dan Harapan itu pun mengikuti arahan tersebut dengan mulai membuat video klip lagu-lagu nasyid dan selawat yang ia bawakan. "Saya juga mengunggah tilawah Alquran," katanya.

Sejak itulah, ia menggiatkan pembuatan konten positif hingga ke video parodi di Instagram. "Konten islami pasti hadir di otak santri agar kontennya enggak sia-sia. Santri enggak boleh berbuat sia-sia. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain." (BY/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More