Frekuensi Penerbangan Turun, AirNav tetap Tingkatkan Pelayanan

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 12 Jun 2019, 18:33 WIB Ekonomi
Frekuensi Penerbangan Turun, AirNav tetap Tingkatkan Pelayanan

ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pras
Novie Riyanto

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan.

Tren frekuensi penerbangan yang menurun 15% dari tahun sebelumnya pun tidak membuat perseroan melonggarkan kinerja mereka.

"Saat ini kondisinya memang turun tapi kita tetap layani saja. Itu tidak berpengaruh apapun pada kinerja kami," ujar Novie Riyanto kepada Media Indonesia di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (12/6).

Novie mengungkapkan, pada tahun ini perseroan telah mengalokasikan anggaran Rp2,6 triliun untuk investasi, lebih besar dari yang digelontorkan pada 2018 yang berjumlah Rp1,9 triliun.

Dana sebesar itu, kata dia, akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur dan pelayanan navigasi penerbangan, seperti sistem komunikasi dan navigasi, surveillance dan automation (CNS-A), serta kualitas personel di seluruh kantor cabang di Tanah Air, baik yang berada di bandara-bandara besar maupun di bandara perintis.

“Kami tetap harus mengantisipasi pertumbuhan traffic penerbangan. Kualitas layanan navigasi penerbangan akan kami tingkatkan bukan hanya di bandara-bandara besar, tetapi juga bandara yang lebih kecil hingga bandara-bandara perintis. Papua misalnya, tahun ini kami meluncurkan 45 program senilai Rp245,5 miliar, meningkat dibandingkan 2018 yang hanya Rp156 miliar,” tuturnya.

Novie memaparkan beberapa program besar yang dikerjakan AirNav Indonesia pada 2019 antara lain pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai dan Sintang, peremajaan dan upgrade automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) di sejumlah bandara, advanced-surface movement guidance and control system (A-SMGCS) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, penambahan mobile tower serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.

Seluruh program investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia.

Layanan navigasi penerbangan yang diberikan perseroan sepanjang 2018 juga mendapatkan predikat excellent dari maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia.

“Sinergi dengan seluruh stakeholder penerbangan adalah kunci keberhasilan dalam merangkai konektivitas udara. Kami mengapresiasi salah satu mitra strategis kami yaitu Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang telah memberikan predikat excellent untuk layanan navigasi penerbangan. Capaian ini tidak akan membuat kami terlena, justru menjadi pelecut semangat baru untuk terus meningkatan layanan navigasi penerbangan,” ucap Novie. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More