Rabu 12 Juni 2019, 18:27 WIB

Menhan: Tim Mawar Jangan Disebut Lagi, Kasihan Kopassus

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Menhan: Tim Mawar Jangan Disebut Lagi, Kasihan Kopassus

MI/SUSANTO
Menteri Pertahanan Syamizard Ryacudu

 

MENTERI Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meminta Tim Mawar tidak dikaitkan dengan kerusuhan pascapemilu 21-22 Mei yang lalu. Ia mengatakan Tim Mawar telah dibubarkan dan mendapatkan sanksi atas kejadian di masa lampau.

"Tim Mawar itu sudah selesai. Mereka udah kena sanksi dan tidak ada lagi. Sudah dibekukan. Jangan dibawa-bawa lagi," kata Ryamizard ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/6).

Pengungkitan Tim Mawar, kata Ryamizard, sudah tidak relevan dengan kondisi di Kopassus saat ini. Pasalnya, terdapat prajurit Kopassus yang tidak mengetahui perihal tim mawar yang dianggap bertanggung jawab atas penculikan aktivis tahun 1997 tersebut.

"Tim Mawar itu jangan diungkit-ungkit lagi. Sudah, kasihan prajurit Kopassus itu. Dia nggak tahu apa-apa. Mungkin pas itu belum lahir," ujar Ryamizard.

Baca juga: Istana Minta Jangan Ada Lagi Penyebutan Tim Mawar

Saat ini, Ryamizard menegaskan, bagaimana semua pihak saling bersinergi untuk menciptakan keamanan dan kedamaian bangsa Indonesia. Ia juga meminta tidak ada lagi korban berjatuhan akibat peristiwa kerusuhan berikutnya.

"Jangan dibawa-bawa lagi, jadi membawa luka lama. Nggak baik. Ke depan kita ke arah lain. Bagaimana bangsa ini tidak ribut, tidak ada korban, tidak ada kerusuhan," ucap Ryamizard. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More