Rabu 12 Juni 2019, 17:45 WIB

Terduga Teroris Kalimantan dan Bekasi Lari dari Aceh

Terduga Teroris Kalimantan dan Bekasi Lari dari Aceh

(ANTARA/Dyah Dwi)
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra

 

ENAM orang terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri di Kalimantan Tengah serta Bekasi melarikan diri dari Aceh, saat dilakukan penangkapan pada Desember 2018.

Dua orang terduga teroris ditangkap di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (10/6), sedangkan empat orang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (11/6).

"Ketika 13 Desember 2018 yang lalu melakukan penindakan di daerah Gunung Salak, Aceh, terhadap sebuah kelompok bernama Abu Hamzah yang melakukan latihan militer di gunung tersebut, tidak semuanya tertangkap, ada yang melarikan diri ke beberapa daerah," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/6).

Penangkapan terduga teroris pada awal pekan ini dikatakan Asep merupakan upaya penangkapan daftar pencarian orang (DPO) yang kabur sebelumnya.

Baca juga: 33 Terduga Teroris Palangkaraya Disebut Berkaitan dengan JAD

Enam terduga teroris tersebut terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan pernah mengikuti pelatihan militer di Gunung Salak, Aceh.

Ada pun, dua terduga teroris ditangkap di barak bersama keluarganya yang menetap bersama di Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung, Pahandut, Palangka Raya pada Senin (10/6) sore.

Untuk di Bekasi, awalnya Densus menangkap terduga teroris bernama Harin alias Abu Zahra di Jalan Lampiri Raya, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi pada hari yang sama ketika ada operasi di Palangka Raya.

Kemudian keesokannya, Densus menangkap tiga rekan Harin yakni Ahmad Adhi Sudiro, Ikhsan dan Khairul Amin alias Amin di kontrakan nomor 43B RT 001 RW 02 Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More