Kuota Siswa Miskin untuk Masuk SMP Negeri di Bekasi Turun

Penulis: Gana Buana Pada: Rabu, 12 Jun 2019, 13:48 WIB Megapolitan
Kuota Siswa Miskin untuk Masuk SMP Negeri di Bekasi Turun

Ilustrasi -- MI/ BARY FATHAHILAH
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online

SEBANYAK 46 ribu orang lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mulai memperebutkan jatah kursi SMP Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kota Bekasi. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengaku daya tampung sekolah negeri memang tak sebanding dengan jumlah lulusan yang ada. Dari 49 SMP Negeri dan 7 SMP Negeri unit sekolah baru, hanya mampu menampung sekitar 14.544 orang lulusan SD.

“Jumlah rombongan belajar yang akan kami buka ada 404 rombel (rombongan belajar). Ini satu sekolah sudah buka 9 hingga 10 rombel,” ungkap Inay, Rabu (12/6).

Menurut Inay, peluang diterima para lulusan paling banyak ada di kategori zonasi. Sebab, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 93% dengan porsi 83% % zonasi radius atau untuk calon peserta didik yang tinggal dekat lokasi sekolah dan sisanya untuk siswa kurang mampu.

“Kuota siswa miskin memang lebih sedikit dari tahun lalu, namun kami yakin peluang bisa diambil dari kuota zonasi radius,” kata Inay.

Inay menjelaskan, untuk jalur siswa miskin tidak memerlukan dilampirkannya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) maupun Kartu Sehat Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK). Karena seluruh data akan terverifikasi secara otomatis oleh Dinas Sosial Kota Bekasi.

Selain kategori zonasi, kata Inay, pemerintah telah menyediakan kuota sebanyak 6% untuk jalur prestasi. Adapun jalur prestasi dibagi menjadi tiga kategori, yakni sebanyak 3% di antaranya diperuntukan bagi calon peserta didik dengan nilai USBN tertinggi, 1% untuk prestasi non-akademik, dan 2% lainnya untuk penghafal (hafidz) Alquran.

“Sisanya 1% lainnya adalah jalur perpindahan Orangtua, biasanya yang orang tuanya pindah dinas kerja, nah ini ada kuotanya,” jelas dia.

Inay menegaskan, PPDB tahun 2019/2020 sudah praktis. Sebab, bila calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah yang pertama dituju, sistem akan merujuk ke sekolah-sekolah lain. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More