Ubud Menuju Destinasi Gastronomi Dunia

Penulis: (Dhk/H-1) Pada: Rabu, 12 Jun 2019, 07:20 WIB Humaniora
 Ubud Menuju Destinasi Gastronomi Dunia

Dok. Kemenpar
Kementerian Pariwisata melakukan konferensi pers tentang rencana penetapan Ubud sebagai destinasi gastronomi

KAWASAN wisata Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, segera menuju destinasi gastronomi berstandar global. Tim Organisasi Pariwisata Dunia (UN World Tourism Organization/UNWTO) telah tiba di Indonesia untuk melakukan serangkaian penilaian lapangan di wilayah kecamatan itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, jika Ubud ditetapkan sebagai destinasi gastronomi dunia, hal itu akan menjadi yang pertama di dunia.

"Di tempat lain penetapan oleh UNWTO hanya parsial, seperti restoran atau bidang kuliner tertentu saja. Untuk Ubud, kami bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan daerah Ubud sebagai destinasi gastronomi secara holistik dan ini akan menjadi yang pertama di dunia," ucap Arief di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pengakuan internasional tersebut dibutuhkan agar pariwisata Indonesia kian meningkat dari segi kredibilitas, kepercayaan, dan kalibrasi. Program destinasi gastronomi berstandar UNWTO itu, lanjutnya, akan menjadi salah satu pencapaian pariwisata Indonesia di level dunia.

Arief mengatakan, dampak lain dari pengajuan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia ialah pemerataan ekonomi pariwisata hingga ke daerah perdesaan.

Ia mengatakan, pamor pariwisata kuliner di kalangan wisatawan mancanegara (wisman) selama ini masih rendah dan hanya tinggi pada wisatawan Nusantara. Dengan adanya pengakuan UNWTO, pamor wisata kuliner diharapkan kian tinggi di kalangan wisman.

"Pengeluaran wisatawan pada kuliner umumnya hanya 40%. Karena itu, dalam peta industri pariwisata, gastronomi atau kuliner memiliki potensi besar," imbuh Arief.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau menambahkan, wisata gastronomi memiliki potensi besar untuk meratakan pendapatan pariwisata dari hulu ke hilir. Pasalnya, wisata gastronomi tidak hanya meliputi produk makanan atau kuliner, tetapi juga tempat penghasil bahan makanan, festival makanan, hingga budaya atau sejarah di balik suatu makanan.

Untuk Ubud, lanjut Vita, salah satu kuliner yang diunggulkan ialah bumbu base genep yang diusulkan masyarakat lokal karena dinilai mewakili kuliner Bali. "Wisata gastronomi bisa memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan. Wisatawan juga bisa belajar budaya dan cerita panjang di balik suatu makanan," ucapnya.

Menurut Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana, proses penilaian lapangan di Ubud akan dilakukan selama delapan hari. Penilaian dilakukan kepada semua stakeholders gastronomi, mulai penyedia bahan kuliner, hotel, restoran, chef, inisiator festival makanan, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal serta asing. Jika seluruh penilaian memenuhi standar UNWTO, penetapannya bisa dilakukan tahun depan. (Dhk/H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More