Saudara Kim Jong-un Diduga Informan CIA

Penulis: (AFP/Yan/X-11) Pada: Rabu, 12 Jun 2019, 06:40 WIB Internasional
 Saudara Kim Jong-un Diduga Informan CIA

AFP
Kim Jong-nam

SEBUAH harian Amerika Serikat kemarin memberitakan bahwa Kim Jong-nam, saudara tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, diduga merupakan informan badan intelijen AS (CIA).

Wall Street Journal, yang mengutip 'seseorang yang mengetahui masalah tersebut', menyatakan Kim Jong-nam telah beberapa kali bertemu dengan sejumlah agen CIA. Menurut sumber itu, terdapat 'keterkaitan' antara Kim Jong-nam dan CIA, tetapi koran itu juga menyebut bahwa keterlibatan pria itu dengan CIA masih belum jelas.

Dikatakan bahwa Kim Jong-nam pergi ke Malaysia pada Februari 2017 untuk menemui seorang penghubungnya dari CIA. Namun, diperkirakan bukan itu saja maksud kepergian saudara pemimpin Korut itu.

Racun syaraf

Semula dianggap akan menjadi pemimpin baru di Korut yang menggantikan Kim Jong-il, Kim Jong-nam terbuang dari lingkaran kekuasaan setelah dideportasi dari Jepang pada 2001 karena berusaha masuk ke negara itu untuk mengunjungi tempat wisata Disneyland dengan paspor palsu.

Setelah kejadian itu, Kim Jong-nam diasingkan dan menetap di Macau. Dalam beberapa wawancara dengan media asing, dia menentang dinasti Pyongyang.

Akhirnya Kim Jong-nam tewas terbunuh setelah wajahnya dilumuri dengan racun syaraf VX saat sedang berada di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada Februari 2017.

Dua perempuan dari Vietnam dan Indonesia ditangkap dan didakwa atas kasus itu. Namun, keduanya berkukuh telah ditipu agen rahasia Korut untuk melakukan aksi itu. Siti Aisyah dan Doan Thi Huong akhirnya dibebaskan pengadilan.

Korea Selatan menuduh Korut yang menjadi dalang pembunuhan tersebut, tetapi Pyongyang membantah tuduhan Seoul. (AFP/Yan/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More