Selasa 11 Juni 2019, 18:45 WIB

Kehadiran ASN di Hari Pertama Kerja Usai Lebaran Meningkat

Melalusa Susthira K | Humaniora
Kehadiran ASN di Hari Pertama Kerja Usai Lebaran Meningkat

MI/RAMDANI
ASN

 

JUMLAH Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk pada hari pertama kerja usai lebaran mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan data yang dirilis kemarin.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Mudzakir berdasarkan data yang telah masuk dari 461 instansi pemerintah.

"Posisi saat ini jumlah ASN yang hadir 2.234.940 dari 461 instansi dengan tingkat kehadiran 95%," ujar Mudzakir, Selasa (11/6).

Namun, ia mengingatkan status ketidakhadiran tidak serta merta dikarenakan ASN membolos. Mudzakir menyebut ada alasan-alasan lainnya yang menyebabkan ASN tidak dapat hadir pada hari pertama kerja usai lebaran.

"Yang tidak hadir, tidak pasti bolos, karena ada juga yang tugas belajar, dinas, cuti, sakit dan lain-lain," terang Mudzakir.

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Menteri PANRB Pantau Langsung Kehadiran ASN

Ia mengungkapkan jumlah kehadiran ASN tersebut masih terus mengalami perkembangan dikarenakan belum semua instansi pusat atau daerah melengkapi presensi kehadiran. Mudzakir menambahkan, bila semua instansi telah melengkapi daftar hadir maka akan dilakukan proses rekapitulasi, sehingga dapat diketahui total jumlah ASN yang tidak hadir pada hari pertama kerja usai lebaran tersebut.

"Mudahan-mudahan besok selesai, masuk semua, setelah itu proses verifikasi. Nanti semua direkap," pungkas Mudzakir.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin (11/6) pukul 16.00 WIB dari aplikasi http://sidina.menpan.go.id, jumlah ASN yang terdata hadir masih jauh dari jumlah keseluruhan ASN yang mencapai sekitar 4 juta orang. Berdasarkan data dari 326 instansi yang telah masuk dalam akun tersebut, sebanyak 1.371.442 ASN masuk kerja pada hari pertama.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More