Selasa 11 Juni 2019, 17:15 WIB

Polda NTT Tangkap Dua Pelaku Perdagangan Anak di Bawah Umur

Palce Amalo | Nusantara
Polda NTT Tangkap Dua Pelaku Perdagangan Anak di Bawah Umur

MI/PALCE AMALO
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Ajun Komisaris Besar (AKB) Anton Nugroho (kanan) bersama staf Humas Polda NTT

 

SUBDIT IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap dua pelaku perdagangan anak di bawah umur yang dikirim menjadi pekerja ilegal di Malaysia.

Dua pelaku yakni AD, 20, dan DS, 38, ditangkap di lokasi berbeda sedangkan korban MST, 16, dicegah Tim Satgas Antitrafficking Pemprov NTT saat akan bertolak dari Bandara El Tari Kupang menuju Malaysia melalui Batam.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Ajun Komisaris Besar (AKB) Anton Nugroho mengatakan AD merekrut korban dari kampung halamannya di Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan tanpa diketahui orangtua korban. Setelah direkrut, MST diserahkan ke DS untuk diproses keberangkatannya ke Malaysia menjadi tenaga kerja ilegal.

"DS dapat fee Rp20 juta dan diberikan kepada AD Rp3 juta, tetapi belum sempat diserahkan sudah ditangkap di bandara," katanya saat jumpa pers di Polda NTT, Selasa (11/6).

Anton menambahkan uang Rp20 juta tersebut diberikan oleh C dan satu orang lagi di Malaysia berinisial E, sedang dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Empat Pelaku Perdagangan Anak Diringkus

Sedangkan sebelum diberangkatkan, MST ditampung di rumah milik YN untuk diproses keberangkatannya menggunakan surat keterangan alamat palsu.

"MST menggunakan surat keterangan domisili di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang tanpa ada tanda tangan lurah," ujarnya.

Sedangkan pembuatan surat-surat untuk memenuhi syarat-syarat pembuatan paspor, sesuai rencana jaringan perdagangan anak ini, akan dilakukan di Batam.

Dua pelaku perdagangan anak tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dikenai Pasal 2 ayat 1, pasal 6, pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More