Selasa 11 Juni 2019, 15:00 WIB

15 Klub Serie A Tolak Rencana Reformasi Liga Champions

Despian Nurhidayat | Sepak Bola
15 Klub Serie A Tolak Rencana Reformasi Liga Champions

Istimewa
Logo Serie A

 

LIMA belas klub Serie A menentang rencana kontroversial Asosiasi Klub Eropa (ECA) untuk mereformasi Liga Champions, yang didukung oleh raksasa Italia Juventus, menurut laporan di Italia, Selasa (11/6).

Presiden Juventus Andrea Agnelli, yang juga presiden ECA, pekan lalu, membela rencana untuk mereformasi Liga Champions di sebuah kongres UEFA sebagai upaya untuk menyelamatkan klub-klub kecil dari proteksionisme lima liga besar.

Pemungutan suara diadakan pada Senin (10/6) waktu setempat oleh Liga Sepak Bola Italia mengenai kesepakatan bersama yang menentang proyek tersebut.

Juventus pun sendirian dalam menentang hal ini, sementara AS Roma, Inter Milan, AC Milan, dan Fiorentina memilih untuk abstain.

ECA telah mengusulkan kompetisi yang terdiri dari 128 tim dalam tiga divisi.

Baca juga: Ronaldo Ajak De Ligt Gabung Juventus

Divisi teratas akan terdiri dari empat grup yang terdiri dari delapan tim, dengan enam tim teratas di setiap kualifikasi untuk edisi berikut terlepas dari di mana mereka selesai di liga domestik mereka.

Tetapi 15 tim Serie A yang menentangnya percaya rencana itu dapat menyebabkan penurunan sebanyak 35% dalam pendapatan papan atas.

Reformasi yang diusulkan tetap tidak populer di seluruh sepak bola Eropa dengan Liga Primer Inggris, yang memiliki empat tim di final Liga Champions dan Liga Eropa, dengan suara bulat menentang proyek tersebut.

Tujuh klub Spanyol, kecuali Real Madrid atau Barcelona, juga menentang rencana tersebut, bersama dengan klub-klub Bundesliga. Sementara 17 tim Ligue 1 keluar menentang proyek tersebut dengan Paris Saint-Germain, Lyon, dan Marseille memilih untuk abstain. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More