Pos Pengamanan di Terminal Kampung Rambutan Diperpanjang

Penulis: Antara Pada: Selasa, 11 Jun 2019, 10:45 WIB Megapolitan
Pos Pengamanan di Terminal Kampung Rambutan Diperpanjang

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Pemudik berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

PENGELOLA Terminal Kampung Rambutan memperpanjang durasi pos pengamanan hingga sembilan hari setelah Lebaran 2019 (H+9) dari sebelumnya hanya sampai H+7.    

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Terminal Kampung Rambutan Thofik Winanto, Senin (10/6) malam mengatakan kebijakan itu untuk mengantisipasi arus balik yang masih tinggi menyusul libur sekolah yang masih berlangsung.    

"Posko pengamanan diperpanjang sampai 16 Juni 2019 mendatang untuk mengantisipasi arus balik yang diperkirakan masih akan berlangsung," katanya.   

Thofik Winanto menambahkan dalam upaya mengantisipasi arus balik yang tiba di Terminal Kampung Rambutan pada tengah malam, pihaknya juga menyediakan armada khusus yang menaungi Angkutan Malam Hari (Amari) yang beroperasi sejak pukul 22.00-00.00 WIB.    

Baca juga: Boleh Datang ke Bekasi Asal Terampil

"Armada Amari yang disiapkan itu berupa bus Trans-Jakarta, bus kota, dan mobil angkot (angkutan perkotaan) yang disediakan pihak Terminal Kampung Rambutan. Amari selain bus Trans-Jakarta melayani penumpang ke Pondok Gede, Cileungsi, dan Cibubur," katanya.    

Selepas pukul 00.00-05.00 WIB, lanjut dia, pemudik juga dapat meggunakan Angkutan Dini Hari (Andini) bekerja sama dengan Trans-Jakarta. Namun, Andini hanya bertrayek ke Harmoni.   

"Angkutan itu untuk membantu penumpang mendapatkan angkutan umum saat tiba dini hari di Terminal Kampung Rambutan," katanya.    

Terkait keamanan, lanjut dia, jumlah petugas yang disiagakan sebanyak 120 personel keamanan gabungan Pos Komando Terpadu Gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Terdapat juga kamera CCTV di setiap sudut terminal. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More