Selasa 11 Juni 2019, 10:00 WIB

UI pastikan Info Batas Minimal Nilai UYBK dan Simak UI Hoaks

Antara | Humaniora
UI pastikan Info Batas Minimal Nilai UYBK dan Simak UI Hoaks

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Mahasiswa melintas di depan Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

 

UNIVERSITAS Indonesia (UI) menyatakan tidak pernah merilis informasi mengenai batas minimal nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) maupun nilai ujian Seleksi Masuk (SIMAK) UI dan menyebut kabar yang beredar mengenai hal itu sebagai hoaks.    

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Rifelly Dewi Astuti di kampus UI Depok, Selasa (11/6), meminta para calon pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) memperhatikan secara teliti dan cermat semua ketentuan persyaratan dan tahapan pendaftaran SBMPTN 2019.    

"Semua ketentuan persyaratan dan tahapan pendaftaran SBMPTN 2019 yang dapat dilihat pada laman https://sbmptn.ltmpt.ac.id," katanya.    

Sementara peserta pelamar program Bidikmisi terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran yang ada di laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.  

Baca juga: Pendaftaran SBMPTN Mulai 10-24 Juni 2019

Pada jalur SBMPTN 2019, UI menyediakan kuota 40% dari kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 atau sebanyak 2.291 kursi. Sedangkan kuota penerimaan S1 Reguler melalui jalur Simak UI sebesar 30% atau sebanyak 1.677 kursi.    

Pendaftaran SBMPTN 2019 dibuka mulai Senin (10/6) pukul 13.00 WIB dan akan berakhir pada 24 Juni 2019. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.    

Bersamaan dengan SBMPTN, UI juga membuka pendaftaran Seleksi Masuk UI (Simak UI) untuk semua program pendidikan dari jenjang Vokasi (Diploma 3); Sarjana (S1) kelas Reguler, kelas Paralel, Kelas Internasional, dan kelas Ekstensi; serta jenjang S2 dan Doktoral (S3).

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman www.penerimaan.ui.ac.id pada 10 Juni hingga 10 Juli 2019. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More