Selasa 11 Juni 2019, 08:20 WIB

Tunduk kepada Konstitusi Takut kepada Tuhan

Sri Utami | Politik dan Hukum
Tunduk kepada Konstitusi Takut kepada Tuhan

MI/ADAM DWI
Ketua MK Anwar Usman.

 

KETUA Mahkamah Konstitusi Anwar Usman menegaskan bahwa independensi sembilan hakim MK merupakan hal yang tak bisa ditawar. Hal itu ia ungkapkan jelang persiapan pelaksaan sidang perdana gugatan pilpres oleh kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 14 Juni mendatang.

“Independensi adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tutur Anwar di Gedung MK, Jakarta, kemarin.

MK, kata dia, tidak akan terpe-ngaruh atas segala bentuk ­intervensi. Intervensi yang dilakukan tidak berarti bagi para hakim MK untuk memutus perkara sengketa pilpres secara independen. “Kami hanya tunduk kepada konstitusi dan hanya takut kepada Tuhan yang Maha Esa Allah SWT,” ujarnya.

Mengenai tudingan keberpihakan dirinya kepada calon presiden nomor urut 01 Jokowi, Anwar memastikan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

“Saya ini lulusan pesantren dan diajarkan bahwa bersalaman dapat dilakukan tanpa melihat tingkat kedudukan seseorang. Jadi, tidak ada kaitannya dengan misalnya saya berjabat tangan dengan siapa pun, lalu saya menjadi tunduk,” tuturnya.

Kendati demikian, Anwar melanjutkan MK terbuka terhadap kritik yang disampaikan melalui media sosial. “Masukan (kritik) itu obat bagi kami semua. Untuk para ­hakim serta seluruh jajaran MK mulai dari sekjen hingga perangkat ­pengadilan,” ­tegasnya.

MK akan mulai meregistrasi permohonan peserta pilpres yang mengajukan gugatan pada hari ini. Pada 14 Juni 2019, MK akan memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan. ­Selanjutnya pada 17-21 Juni 2019 MK akan melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan pembuktian.

MK secara resmi membacakan sidang putusan pilpres pada 28 Juni 2019. Adapun untuk pileg, MK baru meregistrasi pada 1 Juli 2019 dan rampung dituntaskan pada 9 ­Agustus 2019.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menuturkan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti sanggahan dalam menghadapi gugatan hasil Pilpres 2019 di MK. “Sampai hari ini (kemarin) KPUD belum ada kesulitan untuk menjelaskan dugaan kesalahan yang disangkakan kepada kita,” ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta, kemarin. (Uta/Gol/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More