Minggu 09 Juni 2019, 18:10 WIB

Peduli Hutan, Fortress Bagikan 1.000 Benih Pohon di TMII

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Peduli Hutan, Fortress Bagikan 1.000 Benih Pohon di TMII

Dok. PT. Jaya Bersama Saputra Perkasa
Kegiatan pembagian bibit pohon oleh JBSP di TMII

 

KAYU menjadi komoditas ekspor terbesar kedua setelah sektor migas di Indonesia. Mulai dari Jepang Amerika hingga negara-negara di Eropa menjadi negara favorit tujuan ekspor kayu dari Tanah Air, baik dalam bentuk gelondongan maupun olahan kayu potongan dan berlapis.

Terlepas dari prestasi ekspor material kayu yang cukup diperhitungkan oleh dunia tersebut, tentu penebangan hutan secara massif tanpa penanaman pohon kembali akan berdampak pada ekosistem hutan di Indonesia.

Dana Lingkungan Hidup, World Wildlife Fund, memprediksi Pulau Kalimantan akan kehilangan 75℅ luas wilayah hutannya pada 2020 menyusul tingginya laju deforestasi. Dari sekitar 74 juta hektar hutan yang dimiliki Kalimantan, hanya 71% yang tersisa pada 2005. 

Sementara jumlahnya pada 2015 menyusut menjadi 55%. Jika laju penebangan hutan tidak berubah, Kalimantan diyakini akan kehilangan 6 juta hektar hutan hingga 2020, artinya hanya kurang dari sepertiga luas hutan yang tersisa.

Maka itu, PT Jaya Bersama Saputra Perkasa (JBSP), produsen pintu rumah berbahan plat baja dengan merek Fortress, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) membagikan 1.000 bibit pohon kepada pengunjung kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (8/6).

Baca juga : Kiprah Indonesia Dalam Aksi Iklim Diakui

"Harapan kami  melalui kampanye ini masyarakat bisa mendapatkan edukasi dan mengambil peran untuk memelihara hutan Indonesia dengan menanam pohon di rumahnya masing-masing. Ini langkah kecil tapi akan berdampak besar pada kehidupan anak cucu kita nanti," ujar Joni Effendi selaku Direktur Utama JBSP, dalam keterangan resminya.

Program ini merupakan wujud dari komitmen JBSP terhadap masa depan berkelanjutan. Hadir sejak tahun 2003, perusahaan merintis bisnis pintu rumah berbahan baja untuk melindungi bangunan dari keamanan dan resiko kebakaran. 

Uniknya, corak pintu yang digunakan menyerupai urat kayu sehingga tampak depan seperti pintu kayu konvensional. Berbagai jenis produk pintu baja Fortress dapat diakses melalui laman resmi perusahaan yaitu pintubajafortress.co.id.

Joni menjelaskan, pintu dari plat baja lebih kuat dan tahan lama karena tidak terpengaruh kelembaban dan serangan rayap. 

"Kehadiran pintu baja Fortress juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan karena tidak menggunakan material kayu. Jika satu rumah ada 3 pintu dari bahan kayu, butuh berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk jutaan unit rumah?  karena untuk setiap pintu rumah yang anda gunakan, ada pohon yang harus ditebang" jelasnya.

Program berbagi 1.000 bibit pohon dan mengurangi penggunaan kayu dalam pemilihan perabot rumah tangga tentu akan berdampak positif bagi lingkungan alam di Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, pada 2017 luas hutan di Indonesia sebesar 133.300.543 hektar. Luas hutan di Indonesia pada tahun 2045 akan bertambah sebanyak 16.148.000 hektar apabila penebangan batang pohon ditekan per tahunnya.

Efeknya, julukan Indonesia sebagai paru-paru dunia akan melekat abadi dengan total luas hutan sebesar 149.484.543 hektar pada tahun 2045. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More