Senin 10 Juni 2019, 08:00 WIB

Pertanyaan Kepo

Haufan Hasyim Salengke | Advertorial
Pertanyaan Kepo

Metro TV
Provocative Mindset

KETIKA sudah lama tidak bertemu teman atau sanak saudara, banyak yang menghindar kumpul-kumpul atau silaturahim. Tahu tidak mengapa? Mereka umumnya malas dengan pertanyaan-pertanyaan kepo. Pertanyaan kepo itu di antaranya, ‘sudah menikah belum? kapan menikah? kapan punya anak?, apa pekerjaanmu?’

Sebenarnya ada tiga cara kita bisa menjawab itu.
1. Ada yang takut menyinggung perasaan orang sehingga menjawab apa adanya meskipun kesal.
2. Menjawab di zona aman. Hanya dengan senyum-­senyum.
3. Strong answer tanpa takut menyakiti perasaan orang lain karena merasa privasi dirinya sudah dilanggar.

Jika kita hidup di lingkungan profesional, di lingkungan yang pola pikir maju, kita tahu apa yang pantas atau tidak untuk ditanyakan. Berkelas, artinya melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Semoga kebiasaan dan kultur buruk tidak dipelihara. Jika sudah mengerti itu salah, stop doing it.

Jika kepo untuk menyelamatkan hidup atau membawa perubahan baik, mari kita kepo. Namun, jika kepo hanya untuk mau tahu cerita hidup orang, mari kita stop being kepo. Provocative Mindset episode pertanyaan kepo disponsori oleh Polytron (S2-25)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More