Minggu 09 Juni 2019, 11:30 WIB

Warga Babel Nikmati Waktu Berlibur dengan Berkuda

Antara | Nusantara
Warga Babel Nikmati Waktu Berlibur dengan Berkuda

FOTO ANTARA/Irwan Arfa
Dua anak sedang menunggangi kuda dalam menikmati liburan Idul Fitri 1440 Hijriah di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

 

BERKUDA menjadi salah satu kegiatan favorit warga Kepulauan Bangka Belitung untuk mengisi dan menikmati waktu libur Idul Fitri.

Pantauan Antara di Pangkalpinang, Minggu (9/6) puluhan warga secara bergantian mendatangi lokasi berkuda yang berada di kawasan Bangka Botanical Garden (BBG) Kota Pangkalpinang.

Meski arena berkuda tersebut baru dioperasikan, namun cukup banyak warga yang menikmatinya, apalagi dengan tarif yang terjangkau.    Untuk menunggangi kuda kecil (poni) yang diperuntukkan bagi anak-anak, warga hanya dikenai tarif Rp20 ribu.

Sedangkan untuk kuda berukuran besar, tarifnya hanya Rp30 ribu. Warga dan anak-anak akan dibawa menunggangi kuda sebanyak tiga putaran yang setiap putaran berjarak sekitar 100 meter.

Menurut Anang (26), pelatih kuda di kawasan BBG, pada hari biasa, warga yang mengikuti kegiatan berkuda di tempat tersebut hanya berkisar 10 orang. Namun pada libur Idul Fitri, jumlahnya semakin banyak. "Ada sekitar 50 orang," katanya.

Baca juga: Ngabuburit sambil Berkuda

Warga yang mengikuti aktivitas berkuda tersebut bukan hanya dari Bangka Belitung, namun ada juga yang berasal dari dari Palembang (Sumatera Selatan) dan Lampung.

Pengelola kawasan konservasi alam tersebut mendatangkan kuda dari Bandar Lampung. "Ada lima ekor. Satu kuda poni, satu kuda lokal, dan tiga lagi kuda impor dari Australia," ujar pria yang berasal dari Garut, Jawa Barat, itu.

Andar (42), warga Semabung, Pangkalpinang mengaku tertarik untuk
membawa anak-anaknya bermain kuda karena memiliki manfaat yang cukup
banyak.

Selain aktivitas yang menarik, berkuda juga memiliki edukasi bagi anak-anak, termasuk kemungkinan untuk membangkitkan minat anak dalam olah raga berkuda.

"Kegiatan ini sangat menarik, olahraga sekaligus edukasi untuk anak-anak," ujar pria yang berprofesi sebagai konsultan itu. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More