Minggu 09 Juni 2019, 02:30 WIB

YouTube Larang Video Kekerasan dan Konspirasi

Ellavie Ichlasa Amalia | Teknologi
YouTube Larang Video Kekerasan dan Konspirasi

Ist
Ilustrasi

YOUTUBE telah memperbarui peraturan terkait ujaran kebencian, memungkinkan mereka untuk memblokir video yang dianggap tak pantas, termasuk video yang mempromosikan atau mengagungkan ideologi Nazi atau membantah terjadinya kejadian seperti Holocaust.
 
Di bawah peraturan baru ini, YouTube akan menghapus ribuan kanal dan video, menurut laporan Engadget.
 
"Hari ini, kami mengambil langkah lain dalam melawan ujaran kebencian. Untuk lebih tepatnya, kami melarang video yang mengklaim sebuah ras lebih baik dari ras lain sebagai justifikasi dari diskriminasi, pengelompokkan, dan pengecualian berdasarkan hal-hal seperti umur, gender, ras, kasta, agama, orientasi seksual, dan status vetera," kata YouTube.

YouTube juga akan melarang video yang mempromosikan kekerasan atau kebencian pada sekelompok orang berdasarkan disabilitas, kewarganegaraan, dan status imigrasi serta apakah seseorang pernah menjadi korban dari kejadian kekerasan.
 
Sayangnya, YouTube tidak menyebutkan contoh dari kanal atau video yang telah mereka blokir. Perubahan regulasi ini merupakan usaha YouTube untuk menanggulangi maraknya ujaran kebencian di platform mereka.
 
Sebelum ini, YouTube menolak menghapus video yang diunggah oleh komentator sayap kanan yang menyerang seorang jurnalis dengan bahasa rasis. YouTube menolak untuk berkomentar terkait hal ini.
 
Pada Januari, YouTube memperbarui sistem mereka di Amerika Serikat dengan tujuan untuk mencegah video konspirasi muncul di bagian rekomendasi, termasuk video tentang Bumi datar dan obat palsu untuk menyembuhkan penyakit berbahaya.
 
Sejak saat itu, tingkat kemunculan video konspirasi sebagai rekomendasi telah menurun 50 persen, ungkap YouTube. Mereka berencana untuk mengaplikasikan regulasi tersebut ke seluruh dunia pada tahun ini.
 
Menyaring konten adalah masalah rumit bagi YouTube dan media sosial lainnya. Banyaknya jumlah video yang diunggah ke YouTube mempersulit perusahaan itu memblokir semua video yang melanggar peraturan mereka. Setiap menitnya, total durasi video yang diunggah ke YouTube mencapai 500 jam.
 
Mengubah regulasi untuk melarang konten tertentu tampil di platform mungkin akan mendorong pengguna untuk tidak menggunah konten tersebtu. Namun, tim YouTube masih ditekan untuk memonitor dan memblokir konten yang melanggar secepat mungkin.(medcom/Ol-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More