Sabtu 08 Juni 2019, 17:50 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban KM Lintas Timur

Haufan Hasyim Salengke | Nusantara
Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban KM Lintas Timur

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Anggota Tim SAR memetakan lokasi pencarian KM Lintas Timur

 

UPAYA pencarian terhadap korban kapal KM Lintas Timur yang tenggelam di Perairan Luwuk terus dilakukan oleh tim Basarnas. Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA, diterima laporan dari potensi (nelayan setempat) perihal penemuan mayat yang diduga korban KM Lintas Timur di perairan Bolubung, Kecamatan Bulagi Utara, kurang lebih 7 mil dari garis pantai desa Bolubung.

Setelah menerima informasi tersebut Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano, langsung mengarahkan KN SAR Bhisma menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban yang diduga penumpang KM Lintas Timur.

Baca juga: Kemenhub Tinjau Arus Balik di Sejumlah Daerah

Setelah tiba di lokasi pukul 13.07, korban selanjutnya dimasukkan ke kantong jenazah dan diserahterimakan ke KN SAR Bhisma, untuk selanjutnya dibawah ke RSUD Luwuk untuk proses indentifikasi.

"Iya betul, ada penemuan sosok mayat yang diduga penumpang KM Lintas Timur, saat ditemukan kondisi mayat memakai liftjaket dan terdapat tatto di tangan sebelah tangan, namun korban belum bisa diindentifikasi", tegas Basrano seperti dalam siaran pers tertulis, Sabtu (8/6).

Dengan penemuan korban ini, maka total sementara korban yang sudah ditemukan 2 orang yang terdiri dari 1 korban selamat dan 1 korban meninggal. Sementara, korban yang masih dicari sebanyak 16 orang.

Seperti yang diketahui sebuah kapal pengangkut semen dikabarkan tenggelam di Perairan Luwuk. Informasi tersebut baru diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada selasa (4/6) pukul 17.00 WITA dari llyas KPLP Luwuk.

Adapun, data kapal yakni KM Lintas Timur, GT 1720 ton, jenis kapal Kargi, panjang 80.10 m, muatan semen dengan rute Bitung-Morowali. Pemilik kapal PT Citra Baru Adi Nusantara.

Dari peristiwa tersebut, satu korban bernama Yakub, 33,alamat Ambon ditemukan selamat oleh MV Nurbayaksar dan telah dievakuasi ke darat.

Dari keterangan korban yang selamat, diketahui kronologis kejadian. KM Lintas Timur diketahui membawa POB sebanyak 18 orang pada tanggal 28 Mei pukul 08.00 WITA. Kapal tersebut berangkat dari Bitung menuju perusahaan IMIP Morowali. Tanggal 30 Mei, kapal tersebut melintas di depan pulau Taliabu sekitar pukul 09.00 WITA. Namun nahas, pada 1 Juni tepat pukul 12.00 WITA, kapal mengalami masalah pada motor lampu sehingga kapal tersebut berhenti untuk memperbaikinya.

Perkiraan sekitar 2 jam waktu perbaikan. Pukul 14.00 WITA kapal kembali berjalan menuju ke Morowali dengan kondisi kapal sedikit miring. Pada pukul 16.00 WITA, kapal bermasalah kembali dan semakin miring. Dikarenakan air laut sudah masuk ke lambung kapal, Kapten langsung menginstrusikan ke semua POB untuk meninggalkan kapal dengan menggunakan pelampung. Saat sudah melompat mereka semua membentuk lingkaran dan saling berpegangan.

2 juni 2019 pukul 05.30 WITA, 6 orang POB memutuskan untuk berusaha berenang ke arah daratan. Pukul 20.00 WITA, satu orang mengalami kelelahan dan meninggal dunia. Kemudian, kelima orang tersebut meninggalkan korban dan mereka mencoba berenang kembali.

Tanggal 03 Juni pukul 02.00 WITA, satu orang lagi meninggal dunia karena kelelahan. Selanjutnya ketiga korban tersebut mencoba melanjutkan berenang lagi. Pukul 03.00 WITA, salah satu dari mereka terpisah dan tersisa 2 orang lagi yang mencoba bertahan dengan berenang.

Namun pada tanggal 4 Juni pukul 05.30 WITA, satu orang lagi terpisah dan tinggal satu lagi yaitu Yakub yang mencoba bertahan dengan berenang mengejar batang pohon. Yakub berhasil meraih batang pohon mengapung bersama batang pohon tersebut. Pukul 14.00 WITA, ada Kapal India yang lewat dan mengvakuasi Yakub ke kapal tersebut sambil menghubungi kapal lain. Dan pada pukul 16.00 WITA, Kapal LNG tiba dan mengevakuasi Yakub ke perusahaan LNG di Batui dan telah dirujuk ke RSUD Luwuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More